Situbondo, Memoterkini.com – SPBU Situbondo No. 54.683.09 Desa Wringinanom , kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Melalui petugas operator terindikasi membantu tindak kejahatan dengan menyalahgunakan penjualan BBM bersubsidi kepada pengusaha penampung BBM dan diduga kuat diback up oleh oknum oknum nakal.

Hasil pantauan awak media, 14 Mei 2024, kenakalan SPBU dengan modus penjualan dengan pengisian Di jrigen hingga 4 juta, seolah olah pengisian BBM Dengan Barcode normal. Hal seperti itu dilakukan berkali kali Dengan modus yang sama menggunakan barcode.

Atas perbuatan yang dilakukan oleh kedua belah pihak, antara pengemudi kendaraan dan operator BBM ini terindikasi merugikan negara dan masyarakat, sehingga membutuhkan pengawasan serius dari Pertamina dan aparat penegak hukum.

Untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi, Pertamina tengah memodernisasi sistem monitoring Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Selain itu, Pemerintah juga akan menindak tegas pelaku penyalahgunaan BBM subsidi yang diatur dalam ketentuan Pasal 55 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana diubah dengan Perpu nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja dengan ancaman paling lama 6 (enam) tahun kurungan penjara dan denda Rp.60.000.000.000 yang menyatakan bahwa “setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak, bahan bakar gas, dan/atau liquefied petroleum gas yang disubsidi pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp.60.000.000.000”. Sanksi serupa juga dinyatakan dalam ketentuan Pasal 94 ayat 3 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.

Lebih lanjut awak media berharap, agar berita yang ditayangkan ini disikapi oleh pihak SBM Pertamina dan aparat penengak hukum untuk melakukan investigasi, pengawasan, dan penindakan secara terukur sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku, cek CCTV yang ada.
(Tim)