KALIANDA, Memoterkini.com – Petani pepaya di mengeluhkan harga jual yang anjlok dalam sepekan ini, Sebelumnya harga jual pepaya sempat tembus diangka Rp.4000 per kilogram, namun saat ini harga turun drastis hingga 50 persen menjadi Rp.2000 per kilogram

Nasrudin (43) salah satu petani pepaya mengatakan harga jual pepaya mulai merosot sejak 2 pekan lalu. Hal itu, penyebabnya anjlok harga nilai jual kates California ini belum diketahui.

“Sebelumnya, harga sudah mulai goyang, dari Rp.4000 per kilogram menjadi Rp 3.800 per kilogramnya. Waktu itu disebabkan karena penjualan sudah mulai susah di ibu kota,” kata Nasrudin, pada hari Jum'at 31 Mei 2024

Hal Senada juga diutarakan oleh Ali Nurdin petani pepaya asal Tanjung Gading , Kecamatan Rajabasa. Bahkan menurutnya harga jual pepaya setelah hari raya lebaran juga semakin memburuk. Bahkan saat ini harga jual pepaya di tingkat petani ke pengepul hanya sebesar Rp 2.000 per kilogramnya

“Setelah lebaran harga belum juga pulih. Malah sekarang harga semakin jatuh. Pekan ini harga jual pepaya hanya Rp 2.300 per kilogramnya. Malah ada tengkulak yang beli Cuma Rp 2.000,” ucap Ali Nurdin sekaligus Kepala Desa Tanjung Gading dikenal sebagai penggiat petani pepaya itu.

Selanjutnya, Ali Nurdin berharap kepada Pemerintahan terkait supaya terhadap petani Pepaya di Lamsel

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Saya harap kepada Pemerintah agar bisa memberikan semangat, dan mencari tau apa kendalanya, hingga harga nilai jual Kates California saat ni sangat anjlok. Petani pepaya saat ini sangat menjerit dengan nilai harga jual tak stabil dengan modal yang petani keluarkan,”harapnya

Sementara, di saat ini kurang lebih 30 persen petani Kates California sudah mulai memasuki masa panen, tapi sangat disayangkan saat mulai panen harga mulai menurun. “Semoga saja pihak pihak pemerintahan terkait bisa mengatasi keluhan para tani pepaya yang selama ini mereka harapkan untuk menunjang dengan cara bertanam pepaya California,”tutupnya

(Rayhan)