TUBAN, MemoTerkini.com – Warga Kecamatan Senori Kabupaten Tuban merasa resah dengan aktifitas pondok pengobatan Durotun Nasihin Senori kabupaten Tuban. Belum terhapus memori yang menyedihkan peristiwa pencabulan 3 gadis dibawah umur oleh pimpinan pondok pengobatan alternatif Durotun Nasihin Gus Robi biasa dipanggil 3 tahun lalu.

Peristiwa bermula pada 2021, Gus Robi dilaporkan ke satreskrim polres Tuban terkait pencabulan dan telah divonis 6 tahun penjara dan denda 1 milliar rupiah tahun 2022 lalu oleh pengadilan negeri Tuban.

Kini kembali menjadi bahan perbincangan hangat dengan persoalan yang baru, dari sumber terpercaya menjelaskan kepada awak ini mengatakan bahwa Kamis 20/04/2023 telah meninggal pemuda yang masih berstatus pelajar SMK dikecamatan Senori kabupaten Tuban bernama Daniel cristian pontoh di pondok tersebut.

Kami awak mendatangi rumah almarhum dan bertemu dengan keluarga almarhum membenarkan bahwa almarhum meninggal dipondok tapi sudah beres pak” ucap keluarga almarhum.

Lalu kami awak menuju lokasi namun tidak ada satu pun pengurus pondok yang menemui kami awak , dan kami pun melanjutkan investigasi ke Polsek Senori dan berbincang2 dengan dua anggota Polsek setempat, kepada awak anggota Polsek menjelaskan.

“Bahwa memang benar ada yang meninggal dipondok pada tgl 20/04/2023 adapun kronologinya pada saat menjelang berbuka puasa teman-teman almarhum karena tidak melihat almarhum ikut berkumpul, lalu teman-teman almarhum pergi kekamar almarhum dan disitu melihat bahwa almarhum sudah tidak lagi bernafas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lalu oleh pihak pondok dibawa ke Rumah Sakit Graha Husada Singgahan, namun almarhum sudah tidak lagi bernyawa dan dari keterangan rumah sakit tidak ditemukan bekas luka atau tindak kekerasan dan menurut riwayat almarhum memang punya asma,”tutur anggota Polsek setempat.

Masih anggota Polsek setempat kami juga tidak mengetahui jika dipondok tersebut masih ada aktifitas pasca kejadian pencabulan oleh pimpinan pondok dulu (Gus Robi) kami tau nya ada keluarga almarhum yang melapor bahwa anaknya telah meninggal dipondok tersebut,” pungkasnya.

Dalam hal ini kami awak selaku kontrol sosial mengharapkan agar pihak-pihak terkait mengusut semua aktifitas yang ada di Pondok Durotun Nasihin dan apabila ada pelanggaran atau penyimpangan perilaku yang dilakukan oleh pengurus maupun pemilik pondok pengobatan alternatif agar ditindak serta meminta penjelasan terkait legalitas pondok tersebut agar tidak lagi menimbulkan polemik bagi warga sekitar.(kmt/red)