Bojonegoro,Memoterkini.com – Ramainya keluh kesah warga terkait pembangunan Bendungan Karang Nongko, banyak sebagian warga kecewa dan meradang, terkait kejelasan perihal relokasi seakan akan terkesan di duga ada manipulasi oleh dinas terkait. Pasalnya, beberapa kali adakan mediasi di Pendopo Kabupaten Bojonegoro tak menemukan solusi alias buntu.

Berbekal Informasi dari masyarakat Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro kemudian awak ini adakan wawancara kepada warga ngelo, Kamis 18/05/2023.

Kepada awak pri selaku ketua aksi mengatakan”,khususnya warga Ngelo resah mas terkait pembangunan Bendungan Karang Nongko.

“Pasalnya pembangunan Mega Proyek Bendungan Karang Nongko sudah di rencanakan beberapa tahun silam dan warga juga menyetujui asalkan warga terdampak khususnya warga ngelo minta di sediakan relokasi Sesuai dengan Lahan yang kami punya, karena lahan yang kami tempati tersebut peninggalan nenek moyang kami.

Lanjut Pri”,Sebenarnya kami sebagai warga selalu nurut dan manut dengan program pemerintah, kami hanya menuntut hak kami mas dan jangan di persulit, kami warga Desa Ngelo minta relokasi dan tidak minta ganti rugi uang dari Pemerintah, karena menurut hemat kami, kalau di ganti uang kami terus tinggal di mana dan mungkin penggantian uang tak sebanding dengan harga lahan yang akan akan kami beli dan tempati.

Dan mungkin jauh lebih rendah dari harga ganti rugi yang kita terima tersebut, dan warga tetap pada pendirian untuk di relokasi dan pada hari Rabu 17/05/2023 kami mendatangi Pendopo Kabupaten Bojonegoro untuk meminta solusi tarkait nasib kami dan relokasi tapi tidak menemukan titik temu dan solusi mas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sehingga hari ini kamis 18/05/2023 kami warga Ngelo kembali Menggruduk DPU Sumber Daya Air untuk mengembalikan Patok batas Pal Bendungan yang sudah di pasang sebelumnya, dan akan kami kembalikan ke DPU Sumber Daya Air, dan apabila relokasi tidak sesuai dengan lahan yang kita tempati kami warga akan melawan dan tidak takut untuk di intimidasi dan di tekan,”Pungkas pri kepada awak .

Dan di tempat terpisah kemudian awak menghubungi Kepala Desa Ngelo Tri Maryono untuk meminta konfirmasi terkait carut marut relokasi bagi warganya melalui sambungan chat via mengatakan”, gini mas karena saya sudah kehabisan pikir kehabisan kata kata dan mumet.

Dan saya juga bingung terkait kemauan warga ngelo bagaimana, kalau menurut arahan kemarin ikuti alurnya dulu karena juga menjalankan perintah dari KEMENTRIAN, jadi gini mas intinya pertemuan warga saya dengan kemarin belum menemukan solusi Alias buntu Pungkas Kepala Desa Tri Maryono.(mt)