Tuban, memoterkini.com- terkait Putusan Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Tuban atas kasus pencabulan yg dilakukan guru ngaji Ahmad Fauzi Mustofa Abdul Gofur kepada dua santriwatinya yg masih dibawah umur Nf dan PT yg juga masih berstatus siswi SMP, jaksa penuntut yg menuntut pelaku dengan tuntutan 17 tahun dipengadilan negeri tuban hanya divonis oleh hakim 8 tahun penjara dan denda 200jt subsider 6 bulan penjara dan restitusi 36jt serta 6 bulan penjara pada hari Rabu 07/06/2023.

Kuasa hukum korban Ani Widyawati sh. mengungkapkan kekesalannya terhadap putusan hakim, yaitu Evi Fitriawati selaku hakim ketua dan dua hakim anggota Taufiqurrahman dan Andi Aqsa, kepada awak kuasa hukum korban mengatakan bahwa vonis yg diputuskan sangatlah aneh,karna sangat jauh dari tuntutan, tuntutan jaksa kan 17 tahun lha ini hanya divonis 8 tahun denda 200jt subsider 6 bulan,separo aja Ndak nyampek wajar Ndak temen2 tanya Ani widyawati Sh. ke awak sambil menunjukan ekspresi kecewa dan kesal, coba temen2 bayangkan hanya karna sudah kooperatif dan mengakui divonis kurang dari separo tuntutan, masak ndk melihat dampak sikologis kedua korban yg sudah dirampas masa depannya oleh pelaku, tadi saya dikonfirmasi oleh jaksa terkait keputusan jaksa untuk mengajukan banding dan Allhamdhulillah Jaksa sudah resmi banding hari ini, ujar Ani Widyawati Sh. selaku kuasa hukum korban dan sebagai advokat saya mendorong supaya agar putusan banding nanti Hakim memutuskan dengan hati nurani dan adil bagi korban imbuhnya.

Melalui Humas pengadilan negeri tuban Uzan Purwadi kepada awak mengatakan bahwa benar jaksa melakukan banding terhadap putusan kasus pencabulan oleh Ahmad Fauzi Mustofa Abdul Ghofur terhadap dua santriwatinya yg masih dibawah umur pada hari ini Senin 12/06/2023 jaksa resmi mengajukan banding, terkait pertanyaan vonis yg sangat jauh dari tuntutan uzan Purwadi menjawab itu adalah putusan hakim mungkin hakim menilai karna terdakwa kooperatif dan mengakui bahwa terdakwa memang benar telah melakukan pencabulan kepada dua santriwatinya hingga 20 kali pada saat santriwatinya selesai mengaji, jadi hakim menjatuhkan vonis 8 tahun penjara denda 200jt subsider 6 bulan penjara dan restitusi 36jt serta subsider 6 bulan penjara dan jaksa berhak untuk banding ucap uzan Purwadi humas pengadilan negeri tuban. (Mt)