Mojokerto : Memoterkini.com ngoro mojokerto Prihal Di akhir pekan dan pada awal bulan, tepatnya hari Jum'at dan Sabtu, 4 – 5 Agustus 2023 dengan semangat 45 selalu berjuang untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMAN 1 Ngoro Mojokerto

dengan menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Operasional Pendidikan di Arayanna hotel & resort Trawas Mojokerto. Acaranya di buka hari Jum'at pukul 15.45 WIB. oleh Drs.Moh. Taufiq Sasmito Adi, M.M selaku Pengawas Cabdin Kabupaten dan Kota Mojokerto dan acara penutupan pada hari Sabtu pukul 11.30 WIB. oleh H. Wardoyo, S.Pd. MM.Pd selaku kepala Sekolah.

Penyusunan Kurikulum Satuan Operasional Sekolah (KSOP) merupakan proses penting dalam mengembangkan program pendidikan di sebuah sekolah. KSOP adalah kurikulum yang dibuat oleh setiap sekolah berdasarkan Kurikulum Merdeka yang ditetapkan oleh pemerintah, namun dengan penyesuaian yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan potensi siswa di sekolah tersebut.
Berikut adalah langkah-langkah umum dalam menyusun Kurikulum Satuan Operasional Sekolah (KSOP):

Warkshop Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan pendidikan (Kosp)Dan percepatan implementasi Kurikulum Merdeka' SMA NEGERI 1NGORO Tahun pelajaran 2023/2024
Foto Warkshop Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan pendidikan (Kosp)Dan percepatan implementasi Kurikulum Merdeka' SMA NEGERI 1NGORO Tahun pelajaran 2023/2024 (Google Images)
  1. Analisis Kebutuhan: Lakukan analisis kebutuhan pendidikan di sekolah, termasuk identifikasi potensi dan kebutuhan siswa, kondisi lingkungan sekolah, dan harapan dari berbagai pihak yang terkait.
  2. Tim Penyusun: Bentuk tim penyusun kurikulum yang terdiri dari guru-guru dan tenaga pendidik lainnya, yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang pendidikan.
  3. Prihal tersebut Tujuan Pendidikan: Tetapkan tujuan pendidikan yang ingin dicapai oleh sekolah. Tujuan ini harus sesuai dengan visi dan misi sekolah serta pedoman dari Kurikulum Merdeka.
  4. Pengembangan Struktur Kurikulum: Susun struktur kurikulum dengan mengidentifikasi mata pelajaran, kompetensi dasar, dan kompetensi inti yang relevan dengan tujuan pendidikan dan kebutuhan siswa.
  5. Penentuan Metode Pembelajaran: Tentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan siswa dan lingkungan sekolah. Metode ini harus mempertimbangkan gaya belajar siswa, kemajuan , dan pendekatan yang efektif.
  6. Pengembangan Bahan Ajar: Siapkan bahan ajar dan sumber belajar yang mendukung implementasi kurikulum. Pastikan bahan ajar sesuai dengan standar kualitas dan mudah dipahami oleh siswa.
  7. Evaluasi dan Penilaian: Tetapkan sistem evaluasi dan penilaian untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran siswa. Termasuk dalamnya adalah penentuan kriteria penilaian, jenis tes, dan metode evaluasi lainnya.
  8. Integrasi Asesmen Kompetensi: Perhatikan penggunaan asesmen kompetensi yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa, bukan hanya fokus pada pencapaian akademis semata.
  9. Pengawasan dan Revisi: Setelah kurikulum diimplementasikan, lakukan pengawasan secara berkala untuk mengevaluasi keberhasilan dan kekurangan dari kurikulum yang telah disusun. Jika perlu, lakukan revisi untuk memperbaiki dan meningkatkan kurikulum.
  10. Kolaborasi dengan Pihak Terkait: Melibatkan stakeholder penting seperti orangtua, komite sekolah, dan pihak-pihak lain yang terkait untuk memastikan bahwa KSOP mencerminkan kebutuhan dan aspirasi seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan di sekolah.
    Perlu diingat bahwa proses penyusunan KSOP ini harus berdasarkan pada regulasi dan panduan dari pemerintah setempat, serta mengikuti prinsip-prinsip pendidikan yang berlaku.
  11. Selain itu, keterlibatan semua pihak yang terkait dalam proses penyusunan KSOP akan meningkatkan kualitas dan akseptabilitas dari kurikulum yang telah disusun. Alhamdulillah semua berjalan lancar atas ijin Allah SWT Semoga dalam Acara tersebut membuahkan hasil yang lebih bermanfaat Kedepannya aamiin.
    (Nasor)