TUBAN,Memoterkini.com – Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., secara tegas mendukung upaya narkotika di Kabupaten Tuban. Hal tersebut disampaikannya saat Press Release pengungkapan kasus tindak pidana narkotika golongan I jenis Carnophen oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tuban, Senin (28/08/2023).

Bertempat di depan Gedung KORPRI kompleks Pendapa Kridha Manunggal Tuban, hadir pada kesempatan ini Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Drs. Mohamad Aris Purnomo, Kepala BNN Kabupaten Tuban, Tri Tjahyono S.Sos., , serta Forkopimda Tuban.
 
Pada Press Release ini, BNNK Tuban menampilkan kedua tersangka dan sejumlah barang bukti. Salah satunya adalah 6.800 pil Carnophen yang dikemas dalam 7 kantong plastik.

Mas Lindra menjelaskan mendukung penuh upaya narkoba dan Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kabupaten Tuban. Menurutnya, penggunaan narkoba hanya membawa dampak negatif dan merusak tubuh. Di samping itu, akan merusak kondisi perekonomian keluarga. “Narkoba hanya membawa kerugian baik secara fisik maupun sosial dan ,” tegasnya.

Menyadari narkoba, masyarakat Kabupaten Tuban, khususnya generasi muda diminta agar menjauhi barang haram tersebut. Cara yang dapat ditempuh dengan berkegiatan positif dan bernilai prestasi. Selain mampu menghindarkan diri dari narkoba juga menjadi wahana mengembangkan potensi diri.

Sejalan upaya tersebut, Mas Lindra menyatakan akan intens menyelenggarakan sejumlah kegiatan guna mencegah terjadinya penyimpangan. Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas olahraga juga telah disediakan agar dapat dimanfaatkan masyarakat. “Tujuannya, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat jauh dari narkoba,” serunya. selalu bersedia berkolaborasi bersama BNNK Tuban guna memerangi dan memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Tuban.

Sementara itu, Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Drs. Mohamad Aris Purnomo memberikan apresiasi atas keberhasilan BNNK Tuban dalam menghentikan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Tuban. Kendati demikian, BNN dalam menjalankan tugasnya membutuhkan dukungan Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat karena kenyataan bahwa permintaan pasar terkait Narkotika Jenis Carnophen masih ada.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Aris Purnomo menginstruksikan agar personil BNNK Tuban terus memasifkan edukasi narkotika. Tidak hanya bagi pelajar, namun juga menyasar organisasi masyarakat maupun komunitas. Dengan upaya masif dan berkesinambungan, maka peredaran narkoba dapat benar-benar diberantas. ”Selain upaya dan , diperlukan langkah preventif agar masyarakat tidak terjerumus,” jelasnya.

Kepala BNNK Tuban, Tri Tjahyono menjelaskan BNNK Tuban berhasil melaksanakan Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Narkotika pada tanggal 08 Agustus 2023 dengan barang bukti 6.800 butir Narkotika Golongan I jenis Carisoprodol atau biasa disebut Carnophen pada 7 bungkus kantong plastik. Pil Carnophen tersebut diamankan petugas dari 2 tersangka dengan inisial AS (38 tahun, Laki-laki) dan AQ (38 tahun, Laki-laki) dengan TKP di Wilayah Kecamatan Kota Tuban.

“Dari keterangan tersangka barang haram tersebut akan diedarkan di Wilayah Kabupaten Tuban dan sekitarnya,” ujarnya.

Tri Tjahyono menyatakan kedua Tersangka telah cukup bukti melanggar Pasal 114 Subsider Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman Pidana Mati, Pidana Penjara Seumur Hidup, atau Pidana Penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan Pidana Denda Maksimum 13 Miliar. (red)