,MemoTerkini.com – Pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah) Desa Gumantuk Kecamatan Maduran Kabupaten di duga tidak sesuai spek, pasalnya terlihat di lapangan di antara spasi batu masih banyak yang berlubang, dan tidak ada semennya dan banyak juga yang sudah retak

“Diduga Bangunan yang bersumber dari APBD ( BK ) 200 JT Kabupaten tersebut dikerjakan asal jadi bangunan yang baru di kerjakan sekitar dua bulan sudah banyak yang retak-retak, padahal baru sekitar 2 bulan

Menurut warga, semua ini jelas sangat merugikan masyarakat sekitar karena pinggir jalan tersebut rusak dan kemungkinan bisa ambruk, padahal kalau tidak salah bangunan itu baru sekitar 2 bulan, dan banyak yang retak, mohon  dilakukan proses sertifikasi bangunan Tembok penahanan tanah ( TPT) ” Ujarnya warga setempat .

Atas kejadian tersebut diduga terjadi manipulasi material yang tidak sesuai sehingga membuat bangunan tersebut tidak kuat banyak yang retak .serta menimbulkan kerugian negara serat masyarakat atau warga Gumantup i ikut juga dirugikan karena proyek TPT baru seumur jagung sudah mulai retak alias pecah pecah

Menurut salah seorang Warga sekitar pada saat di konfirmasi itu anggaran dari BKPD mas anggaran 200 jt “Lha wong anggarane Yo akeh Lo mas mosok kok Yo wes pecah”.

Di tempat terpisah team awak mendatangi ke Desa Gumantuk tapi sangat di sayangkan pak kades maupun Sekdes gak ada di dan perangkat lain juga tidak ada cuma ada satu perangkat satu itu pun wanita, besoknya kita datang lagi ke Desa sampai 3x itupun sama cuma ada satu perangkat wanita.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Team awak pun langsung mendatangi kecamatan Maduran dan bertemu sama pak Sekcam di arahkan ke kasi pembangunan, dan kita di temui oleh staf kasi Ekbang dengan Bapak Kacung, kita pun konfirmasi ke Pak Kacung terkait pembangunan TPT yang baru sekitar 2 bulan sudah pecah, Pak Kacung menyampaikan itu mungkin spesifikasi yang salah mas wong bangunan baru 2 bulan kok sudah retak, kalau untuk yang rongga2 itu jelas tidak boleh mas, kita dari pihak kecamatan mulai dari pembangunan dari nol sampai selesai kita belum melihatnya,”jelasnya.

Dirinya juga berharap kepada pemerintah kabupaten khususnya tim Inspektorat dan PMD agar mengecek ke lokasi guna mengetahui keadaan bangunan tersebut.

Selama ini di turunkan kita belum bisa konfirmasi ke pak kades Gumantuk kita datang ke Desa dan ke rumah nya beliau tidak ada di tempat, kita pun konfirmasi melalui sambungan telepon seluler namun tidak ada jawaban. ( BLK)