Tuban, memoterkini.com- Adanya dugaan pungli dan premanisme terhadap Kegiatan PT Pertamina EP, di Kabupaten Tuban nampaknya kian terlihat jelas.

Buktinya dapat dilihat, berdasarkan pantauan di lapangan serta informasi dari sumber atau beberapa pemberitaan di .

Yang mana terkait dugaan pungli tersebut gencar diberitakan ini, banyak pihak-pihak yang gusar.

Hal itu baik dari pihak rekanan yang melaksanakan kegiatan maupun oknum-oknum yang diduga terlibat Pungli yakni Kades Banyu Urip Sugianto dan Ketua Karangtaruna Bambang.

Bahkan mereka seolah tak henti-hentinya bermanuver di sosial agar lepas dari jerat hukum.

Anehnya lagi, pihak rekanan PT Prakarsa Pramandita selaku yang melaksanakan kegiatan itu ikut menepis pemberitaan tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bahkan menyamakan pemberitaan soal dugaan pungli tersebut produk tulisan asumsi bukan fakta di lapangan. Lantaran tak ada konfirmasi resmi ke PT Prakarsa Pramandita.

Padahal sudah jelas, pemberitaan ini sesuai dengan bukti Kades Banyu Urip Sugianto dan Ketua Karangtaruna Bambang saat menandatangani kuitansi penerimaan uang dugaan pungli tersebut dengan nominal puluhan juta rupiah.

Selain itu, menurut sumber dari salah satu pegawai PT. Prakarsa pramadita membenarkan terkait adanya dugaan pungli tersebut juga sudah menyerahkan kwitansi guna dijadikan alat bukti, Dan mendukung aparat kepolisian Polres Tuban memproses persoalan tersebut secara profesional.

Bahkan perlu diketahui, selain kasus tersebut, menurut informasi yang berkembang, terkait meninggalnya 2 orang pekerja dari Kades Banyu Urip pada saat membersihkan sumur tua juga terus berlanjut di proses hukum.

Meski begitu, hingga ini diterbitkan untuk yang kesekian kalinya, Sugianto Kades Banyu Urip beserta Bambang ketua karangtaruna yang diduga terlibat dugaan pungli.

Serta pihak rekanan PT Prakarsa Pramandita yang berkoar-koar di sosial saat mediasi ditengah masyarakat melalui Menajemen Erwin yang menuding produk pemberitaan bentuk asumsi, juga belum bisa dikonfirmasi.

Sementara Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Rianto pada awak ini menegaskan perkara tersebut sudah ditangani.

“Dan masih dalam proses pemeriksaan semuanya,” tandasnya.

Terkait perkara ini, nampaknya Polres Tuban perlu melakukan pemeriksaan terhadap semua pihak yang terlibat termasuk juga oknum dari rekanan.

Karena tidak menutup kemungkinan ada dugaan kong kalikong, dan terindikasi rawan korupsi alias sarat monopoli.(tim)