Surabaya,Memoterkini.com – Kurang lebih 300 pendemo yang tergabung dalam Aliansi Madura Indonesia (AMI) mengepung Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Adityawarman, Wonokromo, Kota Surabaya, Hari Rabu (6 /3/2024)

Kecurangan Pemilu 2024 di Sidang Paripurna Mereka berunjuk rasa, mempertanyakan adanya oknum Calon Legislatif (Caleg) berijazah SMP yang ikut dalam Pemilihan Umum 2024.

banner 300600
“Kami datang ke sini untuk mengklarifikasi kepada pihak KPU [Kota Surabaya] dugaan adanya oknum Caleg di Dapil [Daerah Pemilihan] I. Jadi kami di sini hanya untuk meminta klarifikasi, benar enggak dengan data yang kami bawa di sini,” kata Ketua Umum AMI Baihaki Akbar saat wawancara kepada awak media.

Oknum berijazah SMP yang dimaksud Baihaki, ialah Caleg DPRD Kota Surabaya berinisial AS dari Dapil I meliputi Tegalsari, Genteng, Gubeng, Simokerto, Bubutan dan Krembangan.
Dugaan Oknum Caleg Dapil 1 Yang Berijazah SMP Aliansi Madura Indonesia (AMI) Kepung Kantor KPU Dan Kantor Bawaslu Kota Surabaya

“Unjuk rasa kali ini merupakan aksi lanjutan setelah upaya klarifikasi yang ditempuh AMI, dianggap gagal. Baihaki bilang pihaknya sudah dua kali berkirim surat kepada KPU Kota Surabaya namun tak kunjung ditanggapi,”jelasnya.

Tengah aksi, enam orang perwakilan pengunjuk rasa berkesempatan bertemu dengan para komisioner KPU Kota Surabaya. Pertemuan digelar di lobi utama Gedung KPU Kota Surabaya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Saat pertemuan berlangsung, beberapa kali kedua belah pihak terlibat adu mulut. KPU merasa sudah menjalankan prosedur kerja, sedangkan AMI mengaku tidak menerima jawaban sesuai yang diinginkan,”ungkapnya.

Baihaki, menambahkan, KPU Kota Surabaya hanya perlu menunjukkan surat rekomendasi atau dasar yang dipakai untuk meloloskan oknum berijazah SMP tersebut.

“Nyaleg dalam Pemilu 2024 Ijasah SMP kok bisa lolos,”pungkas Ketua Aliansi Madura Indonesia (AMI)
Verna/TIM