Kalianda – Nasabah mengeluhkan pelayanan Bank Lampung cabang Kalianda, Lampung Selatan yang dinggap buruk dan tidak Profesional.

Keluhan ini disampaikan oleh Insial AU salah satu nasabah asal warga Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, untuk melakukan Pembayaran Pajak (PBB) di Bank Lampung. Dimana ketika AU meminta pertolongan terhadap Taller dan oknum Satpam Bank tersebut, tidak dapat tanggapan yang baik atau acuh pada dirinya.

Berawal saudara AU mengantri di Taller bernomor antri 37. Pada saat itu AU membawa anaknya masih bayi berumur 2 bulan, ketika itu bayinya menangis begitu kencang. Tak berselang lama, kemudian salah satu oknum satpam mendatangi AU dan berbicara agar diurus dulu bayinya. Lalu saudara AU mencoba kembali menuju Taller, “Sabar Bu tunggu antrian saja”ungkap salah satu Taller

Semakin lama UA menunggu antriannya itu, anaknya yang masih bayi itu terus menangis, lalu AU kembali keluar dari bank Lampung setempat untuk menenangkan anaknya yang terus menangis. AU berinisiatif mencari oknum satpam yang berjaga untuk meminta pertolongan Kembali, tapi sangat disayangkan Security yang dicari sudah bergantian shif. Lalu oknum Security yang lainpun mengatakan hal yang sama tolong diamkan dulu anaknya. Baru nanti diurus kembali,”timpalnya menirukan bahasa scurity itu

Menurut AU, Padahal dirinya hanya ingin meminta tolong, agar nanti dipanggil kembali dengan scurity apabila nomor antriannya sudah terpanggil. Karena terlihat seolah scurity dan Taller acuh tak acuh, saudara AU menyayangkan prilaku Oknum oknum di Bank Lampung.

Dengan adanya acuh tak acuh dan pedulinya terhadap nasabah, Dimas Ronggo Panuntun salah satu Aktifis muda asal Lampung Selatan itu menyoroti dan menyikapi terjadi kepada Nasabah yang kebetulan Istrinya. Dimana pelayanan pihak Bank Lampung diduga tidak ada perikemanusiaan terhadap Nasabah.

“Petugasnya seperti tak peduli. Berulang kali nasabah atau istri saya berbicara baik untuk memohon pertolongan, maksud dan tujuannya bila nama atau nomornya terpanggil oleh Taller,AW (Istri) meminta bantu panggilkan kembali karena takut tak terdengar, Karena pada saat itu kebetulan Istri saya di luar ruangan Bank Lampung. pada saat itu kebetulan anak saya yang masih bayi menangis. Tapi petugas seperti tidak ada rasa empati terhadap nasabah. Kami rasa kurang menghargai keluhan nasabah,”kata kesalnya

“Petugasnya tidak ada basa-basi sama sekali. Pelayanan kami anggap sangat buruk, tidak ada empati. Padahal, kami sebagai nasabah sudah menunggu berjam-jam lamanya” tambahnya

Dimas Ronggo mengecam keras terhadap pelayanan dari Bank Lampung yang dianggap kurang tanggap dan peduli terhadap nasabah.

“Seharusnya nasabah itu diberikan Pelayanan semaksimal mungkin termasuk pelayanan terbaik terhadap keluhan nasabah, bukannya malah acuh terhadap Nasabah,”ucapnya lagi

Selain itu pula kejadian seperti ini bukan hanya menimpa kepada AU. Masalah kurangnya perhatian dan pelayanan terhadap nasabah pernah terjadi dibeberapa nasabah lainya yang pada saat itu untuk pencairan dana.

Dimas Ronggo Panuntun berharap Bank Lampung segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki pelayanan dan sistem yang ada. Apalagi menyangkut kepentingan nasabah.

“Jangan sampai nasabah kecewa dan tak akan berhubungan kembali dengan Bank Lampung. Apalagi Bank Lampung saat ini khususnya Lampung Selatan sudah memiliki kemitraan yang erat kepada pemerintah setempat.Yang dulunya Bank Lampung dipercaya bisa menjaga kemitraan yang baik malah nasabah beralih ke Bank lain,”ujar Dimas Ronggo Panuntun pada hari Kamis 20 Maret 2025

Sampai berita ini diturunkan, pihak Bank Lampung belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan yang disampaikan nasabah. Mereka berharap agar masalah ini tidak lagi terulang di masa mendatang

Red