Bojonegoro, Memoterkini – Hartini selaku Kepala Sekolah SLB Negeri Batokan, Kabupaten Bojonegoro kebakaran jenggot.

Buktinya, menurut informasi yang dihimpun awak media ini di lapangan, terkait adanya pemberitaan dugaan korupsi uang kegiatan sekolah baik untuk fisik maupun non fisik tersebut.

Kepala sekolah SLB Batokan, Hartini, bukannya evaluasi dan mawas diri serta mengembalikan uang yang diduga diembat.

“Justru dirinya diduga sibuk mencari kambing hitam dan berencana melaporkan sumber yang membocorkan persoalan tersebut,” pungkas Sumber yang enggan disebutkan namanya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya menurut sumber serta data yang dihimpun awak media ini di lapangan.

Hartini diduga tilep dana kegiatan sekolah diantaranya yakni penggunaan dana DAK, yang mana dalam realisasinya diduga tidak sesuai RAB atau sarat kecurangan.

Selanjutnya, penyalahgunaan dana bos, alasannya, dana bos yang seharusnya dipegang oleh Bendahara, justru dana tersebut dipegang oleh Hartini sendiri, dan tidak transparan.

Selain itu, Hartini juga diduga tilep gaji GTT, lantaran gaji tersebut juga tidak tentu. Bahkan, dana hasil pungutan terhadap wali murid untuk Pembelian beberapa seragam sekolah juga diduga tidak jelas.

Bahkan Mirisnya lagi, pada saat itu, guna mensiasati agar akal bulus pungutan berkedok pembelian seragam sekolah itu tidak terendus dan berjalan lancar.

Kepala Sekolah Hartini melalui grup WhatsApp SLB Negeri Batokan melarang agar hal itu tidak mencuat keluar, apalagi ke Wali Murid.

“Mohon sekali lagi kita cermati, dan sekali lagi ini perintah dari atasan langsung kepala dinas pendidikan provinsi,” ucap Hartini dalam percakapan grup WhatsApp.

Selanjutnya, sumber yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan, bahwa Dana BPOPP, Dana Boskin Sekolah dan Dana PIP juga semuanya dibawah oleh kepala sekolah Hartini.

Bendahara hanya disuruh mencatat saja, namun penggunaan dana tersebut tidak transparan alias tidak jelas, dan untuk total dana sekolah yang dibawa Hartini kurang lebih sekitar Rp.80 juta.

Terkait Pemberitaan Dugaan Korupsi Dana Kegiatan, Kepala Sekolah SLB Negeri Batokan Kebakaran Jenggot

Sementara Hartini selaku Kepala Sekolah SLB Negeri Batokan ketika dikonfirmasi untuk kesekian kalinya terkait persoalan tersebut namun masih tidak merespon dan memilih bungkam dari wartawan.

Melalui pemberitaan ini atau laporan informasi (LI) yang berdasarkan bukti serta sumber yang jelas, awak media ini berharap pada pihak-pihak terkait.

Khususnya aparat penegak hukum agar segera melakukan pemeriksaan terhadap Hartini selaku kepala Sekolah SLB Negeri Batokan tersebut.

Jika benar ditemukan dugaan Penyelewengan, pastinya masyarakat berharap pelaku diperoses sesuai undang-undang yang berlaku.

Agar ada efek jerah, dan tidak ada lagi oknum-oknum guru rakus yang memanfaatkan lingkungan pendidikan sebagai lahan untuk mencari keuntungan demi kekayaan pribadi. (Tim)