Lampung Selatan – Dinamika mundurnya Kepala Dinas tanaman pangan, Holtikultura dan perkebunan (DTPH-Bun) Kabupaten Lampung Selatan, Bibit Purwanto sedang di sorot banyak pihak. Elemen Masyarakat Aqrobin.AM, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sedang tidak baik – baik saja.

“Di Pemerintahan Kabupaten Lampung sedang tidak baik – baik saja, berbagai gejala yang muncul di sumber atas kekuasaan,”ucap Aqrobin .AM di sela-sela bincangan pada awak media ini.

“Bagaimana tidak, belum lama ini bermunculan kabar di kalangan media menyajikan berita bahwa kepala dinas (DTPH-Bun) Lampung Selatan mengundurkan diri, diduga mendapatkan tekanan oleh seorang asisten Adum, Supriyanto,”kata Aqrobin.AM

Isu itu sudah berkembang di Berbagai kalangan elemen masyarakat bahwa Bibit Purwanto Kepala Dinas (DTPH-Bun) mundur karena mendapat saran dari Supri agar bibit Purwanto sebaiknya mundur dari jabatannya sebagai kepala dinas. Jika betul begitu, apakah benar – benar murni kemauan Supriyanto, apakah ada perintah dibalik itu semua, atau ada pesanan dari pihak lain yang haus ingin menjabat sebagai kepala dinas tersebut, begitu beraninya beliau memberikan saran yang tak masuk di akal !

Jika kita terselusuri lebih dalam, menyimak di berapa media yang berkembang, jika benar apa yang dikatakan Bibit Purwanto dirinya diminta oleh Plt. Asisten Adum, Supriyanto, untuk mengundurkan diri tanpa sebab yang jelas, itu adalah salah satu bentuk Arogansi. “Kalau menurut saya apalagi sekelas pejabat Asisten tidak elok seperti itu, birokrasi itu tidak boleh ada intervensi tapi harus berdasarkan kompetensi, Profesional dan proporsional, Sungguh memalukan bila itu semua benar terjadi di Pemerintahan Lampung Selatan saat ini.

Dilansir beberapa berita awak media soal ucapan bibit Purwanto bertolak belakang dengan Supriyanto, Aqrobin.AM menilai menjadi pertanyaan besar, Masa ia, bila diduga tanpa ada tekanan, Bibit Purwanto harus rela mundur dari jabatannya sebagai Kepala DTPH-Bun tanpa sebab yang pasti,”ucap Aqrobin.AM

Red