LAMPUNG SELATAN – Sepekan lebih berlalu sejak tragedi kecelakaan maut yang melibatkan satu unit mobil pick up Suzuki Carry Plat BE 8733 QC milik Pondok Pesantren Miftahul Huda 606. Namun hingga kini keluarga korban masih menggantungkan harapan tanpa kejelasan. Mobil milik pondok itu diketahui menabrak rumah milik Bapak M. Yusuf di wilayah Lampung Selatan. Saat kejadian, di dalam rumah terdapat Ibu Winda beserta keluarga.

Peristiwa terjadi pada Selasa sore, 16.22 WIB. Sejak itu, rumah mengalami kerusakan dan keluarga korban mengaku belum mendapat kepastian terkait perbaikan.

2 Kali Didatangi, Janji Hanya di Lisan
Winda, anak pemilik rumah, membeberkan kronologi kedatangan pihak pondok kepada awak media via WhatsApp.

“Hari Rabu sore, dari pihak pondok ada yang datang 2 orang tapi bukan Ustadz Endang, hanya mewakili saja. Kalau tidak salah Ustadz Sopian salah satunya. Mereka mau lihat situasi kejadian kecelakaan, sama ada ngambil 2 ponsel santri yang saya temukan di lokasi kejadian,” ujar Winda.

Kedatangan kedua terjadi pada *Jumat, sekitar pukul 10.00 WIB*. *Ustadz Sopian* kembali datang bersama rekannya dan menyampaikan akan bertanggung jawab.

“Mereka memang bilang mau bertanggung jawab atas kejadian ini, dan bertanya kira-kira butuh dana berapa untuk biaya perbaikan. Ayah saya (M. Yusuf) sempat sebut nominal perkiraan, lalu Ustadz Sopian menjawab akan disampaikan ke pimpinan pondok,” jelasnya.

Ironisnya, setelah itu komunikasi terputus.
“Bahkan hari ini saya sempat WA Ustadz Sopian tersebut ingin menanyakan kelanjutan pertanggungjawaban, tapi WA saya hanya dibaca saja dan belum ada balasan,” ungkap Winda dengan nada kecewa.

Tunggu Itikad Baik Pimpinan Pondok

Winda mewakili keluarga menegaskan, pihaknya masih menunggu itikad baik dari Pondok Pesantren Miftahul Huda pimpinan Ustadz Endang

“Sudah 2 kali datang ke rumah, tapi belum ada kepastian kapan bisa diperbaiki akibat kerusakan rumah yang dialami. Sampai saat ini juga masih nunggu sampai kapan dan belum ada konfirmasi lagi dari pihak pondok,” pungkasnya.

Keluarga berharap pihak pondok segera menepati janjinya dan segera merealisasikan perbaikan rumah. Jika tidak, ketidakpastian ini akan terus membebani korban.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda 606 Ustadz Endang* masih terus dilakukan. Pihak redaksi masih menunggu tanggapan resmi terkait komitmen tanggung jawab atas insiden yang melibatkan kendaraan milik pondok tersebut.