Jepara,memoterkini – Belum lama ini ada geger sesaat di Balai Desa Damarjati Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara.

Geger dan berontak dari warga Damarjati bernama Agus Alesta, Agus pun geram, memberontak gegara tidak puas dengan pelayanan Pemerintah di desanya Damarjati.

Agus hendak mengurus BPJS keluarganya, Agus yang datang di balai desa itu sempat membawa sejumlah media papan atas dan aktivis tingkat elite di Kantor Desa itu.

Pemilik perumahan Alesta itu marah marah, sebab saat dirinya hendak ngurus BPJS, Petinggi Damarjati Kasno tidak ada di markasnya, bahkan Perangkat Desa yang bertugas melayani warga Damarjati itu belum ada yang datang, hanya saja yang datang dua Perangkat Desa.

Lantas, dari akar persoalan itulah Agus naik pitam, gedor gedor meja. Atas kejadian geger genjik itu banyak warga dan Pamong Desa ada yang ngrumpi rasan rasan, orang nomor satu dan perangkatnya di Desa Damarjati mengaku merasa dicemarkan oleh warganya ( red Agus Alesta).

Kusno selaku ( Kades) pejabat tertinggi di Damarjati itu, berhalangan absen, sebab petinggi bertopi hitam saat diwawancarai media ini mengaku dirinya tidak berada dikantor, karena menghadiri pernikahan, sayangnya Kusno sendiri mengaku tidak pernah di konfirmasi oleh media saat kejadian itu, jumat 17/10/2025.

Saat Dikonfirmasi petinggi Kusno mengatakan .”Agus itu, saya rasa kurang tahu, kurang paham, bahwa Pemdes Desa Damarjati sudah melakukan pekerjaan semaksimal mungkin,dan persyaratan dari almarhum sudah di tahap pencairan.”ujarnya.

Petinggi Damarjati merasa ikhlas atas kejadian salah paham itu. Dia menambahkan “saya pasrahkan sama gusti Alloh karena saya tidak melakukan kesalahan dan kurasa satu warga saya yang ngamuk itu, serba kurang, yaitu kurang dari segalanya kurang kesehatannya, kurang keuangan,serta kurang mentalnya,” ujar Kusno,
diruang depan Kantor Desa.

Petinggi berbaju warna biru,berlogo Korpri itu juga menyinggung pribadinya Alesta, “Dia ngamuk di balai desa itu, karena tekanan psikologis jadinya ngamuk ngamuk.” ujarnya.

Lalu disebutkan oleh Perangkat Desa staf Kasi Kesejahteraan membantah tuduhan Agus Alesta ,'”warga saya ( red A A) yang menuduh para perangkat desa tidak bekerja itu tidak benar,di balai desa para perangkat semua masuk kerja “tandas Febri.

Staf bercelana Blue Jean itu melanjutkan,”saya tidak terima atas tindakan Alesta ,dia sudah melakukan tindakan kasar, baju kerah leher saya di tarik tarik dan melecehkan saya ,seolah olah saya melakukan tindak kejahatan”, ujarnya penuh kecewa dengan temperamen Alesta.

Sementara dengan kejadian geger gegeran di Balai Desa Damarjati saat dikonfirmasi,Agus Alesta membantah dan membenarkan fakta dilapangan terkait pelayanan pemerintah desa Damarjati.
Agus Alesta mengatakan,” Jelas jelas perangkat desa pada jam 09 .00 WIB,baru ada 2 orang perangkat desa.Kemudian perangkat yang lainya ,baru saja datang jam 10.00 WIB,” ungkapnya.

Dikatakan dia lagi,adanya perangkat desa yang masuk kerja siang hari yaitu antara pukul 11.00 WIB baru absen.” Ada yang masuk kerja jam 11.00 WIB , perangkat desa itu baru masuk kantor desa, bahkan ada yang tidak masuk tanpa ijin”,beber Agus.

Ditanya soal BPJS Agus Alesta tidak menampik, rupanya tidak hanya BPJS yang dipersoalkan oleh Agus Alesta, melainkan ada proyek pedesaan yang belum transparan penggunaannya.”itu sudah jelas. BPJS ketenagakerjaan selama 10 Bulan belum dibayar,ayolah kawan kawan awak media, bareng-bareng kita cek lokasi proyek pembangunan pedesaan, adanya cor beton untuk jalan desa yang retak kondisi fisiknya, bahkan panjang spesifikasinya juga kurang tidak sesuai ukuran. (Bgs)