Gresik, Memoterkini – Suasana penuh semangat memenuhi area Pusat Kuliner Desa Wahas, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, pada Senin (20/10/2025) pagi. Ratusan warga dari berbagai desa di wilayah tersebut berkumpul untuk mengikuti kegiatan pembentukan Koperasi Merah Putih, sebagai langkah nyata mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis gotong royong.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa, perangkat desa, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah Gresik. Kegiatan dibuka oleh Pj. Camat Balongpanggang, Nursalim, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif warga dalam membangun koperasi.
“Koperasi bukan hanya wadah simpan pinjam, tetapi rumah besar bagi kita semua. Di sinilah nilai kebersamaan, kejujuran, dan kemandirian tumbuh,” ujar Nursalim, disambut tepuk tangan para peserta.
Menurutnya, pendirian Koperasi Merah Putih menjadi simbol kesadaran masyarakat untuk berdikari secara ekonomi, tanpa bergantung pada pihak luar. Pemerintah kecamatan pun berkomitmen memberikan dukungan dalam bentuk pembinaan dan pendampingan hukum agar koperasi berjalan sesuai regulasi.
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik turut menjadi pendamping aktif dalam kegiatan ini. Mereka terlibat dalam penyusunan rencana bisnis, diskusi manajemen koperasi, hingga edukasi pengelolaan keuangan yang transparan dan berkelanjutan.
Perwakilan tim KKN menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi antara akademisi dan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga berperan langsung dalam pembangunan ekonomi lokal.
Salah satu warga Desa Wahas, Siti Fatimah, menyambut baik pembentukan koperasi tersebut.
“Kami sangat senang, akhirnya ada wadah resmi untuk membantu usaha kecil kami. Banyak ibu-ibu punya produk lokal, tapi belum ada akses pemasaran. Semoga koperasi ini bisa membuka jalan,” katanya.
Dalam sesi dialog, warga mengusulkan berbagai ide usaha yang dapat dikelola melalui koperasi, seperti pengolahan hasil pertanian, pemasaran produk UMKM, hingga pengelolaan wisata kuliner lokal—yang merupakan potensi unggulan Desa Wahas.
Selain fokus pada rencana bisnis, kegiatan ini juga menekankan pentingnya nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air. Nama “Merah Putih” dipilih untuk mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas warga dalam membangun desa.
Program pembentukan koperasi ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan kesejahteraan dan pembangunan ekonomi di tingkat desa.
Acara berlangsung hingga siang hari dan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk menjalankan koperasi secara transparan dan berkelanjutan. ( BLK )



