Lampung Selatan – Dalam upaya berkelanjutan membangun masyarakat yang tangguh bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan kembali melaksanakan rangkaian kegiatan pembinaan, pelatihan, serta mitigasi di , 6 wilayah berbeda pada Rabu, 26 November 2025. 4 kegiatan tersebut dilaksanakan di desa Suak Kecamatan Sidomulyo, Merak Belantung Kecamatan Kalianda, Beringin Kencana dan Sinarpasma Kecamatan Candipuro. Berlanjut 2 kegiatan pada esok hari tanggal 27 di desa Rangai Tritunggal dan Bandar Agung Kecamatan Sragi.
Program ini merupakan bagian dari agenda BPBD Lampung Selatan yang menekankan pentingnya edukasi kebencanaan secara langsung kepada masyarakat, terutama pada tingkat desa dan kelurahan yang merupakan garda terdepan ketika bencana terjadi. Upaya ini sekaligus menunjukkan komitmen BPBD Lampung Selatan bahwa pencegahan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan ini tim BPBD Lampung Selatan berbagi tugas, seperti di desa Merak Belantung Kecamatan Kalianda dan desa Suak Kecamatan Sidomulyo di hadiri oleh tim 1 dan tim 2 yang dipimpin oleh PLT. (Kalaksa) yang diwakili oleh (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Erwan Fatriansyah, SE.,MM.
Berikutnya di desa Beringin Kencana dan desa Sinarpasma Kecamatan Candipuro dihadiri oleh tim 3 dan 4 yang dipimpin PLT. Kalaksa BPBD Lampung Selatan, Maturidi Ismail, SH yang diwakili Kabid Kedaruratan dan Logistik, Nurma Suri,SE.
Seperti di desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, acara pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana dibuka oleh PLT. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lampung Selatan, Maturidi Ismail, SH yang diwakili oleh kepala bidang (Kabid) pencegahan dan kesiapsiagaan, Erwan Fatriansyah, SE.,MM.
Nampak hadir dalam kegiatan pencegahan dan Mitigasi di desa Merak Belantung yakni, Kepala desa Joni Arizon, Aparatur Desa,Babinsa, Babinkamtibmas, Destana Merak Belantung, BPD hingga tokoh masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya Erwan Fatriansyah, SE.,MM selaku Kabid pencegahan dan kesiapsiagaan menegaskan bahwa desa Merak Belantung merupakan salah satu desa yang memiliki potensi ancaman bencana hidrometeorologi, sehingga peningkatan kapasitas masyarakat menjadi sangat relevan, untuk itu BPBD Lampung Selatan akan memberikan pengetahuan atau pelatihan tentang pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap terjadinya bencana,”tegasnya
”Sebagai wilayah Desa yang padat penduduk, memiliki kerentanan berbeda dibandingkan wilayah desa lainnya. Ancaman seperti banjir lokal, angin kencang, dan gelombang tinggi,”ungkap Erwan Fatriansyah,”jelasnya
Perlu diketahui, Mitigasi berbasis komunitas merupakan pondasi utama terbangunnya desa tangguh bencana.
Selanjutnya tim BPBD memberikan materi materi Identifikasi potensi bencana, Langkah kesiapsiagaan masyarakat, Penguatan koordinasi Desa dengan BPBD dan Simulasi penanganan awal.
Kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh antusiasme. Kolaborasi lintas sektor dalam forum ini menjadi bukti bahwa kesiapsiagaan tidak dapat berdiri sendiri, tetapi memerlukan keterlibatan semua pihak dari level pemerintahan hingga warga.

Dengan terlaksananya kegiatan secara simultan di 4 lokasi berbeda yang terlaksana pada hari Rabu tanggal 26 November 2025, BPBD Kabupaten Lampung Selatan memperlihatkan pola kerja yang sistematis, terarah, dan inklusif. Melalui pendekatan lapangan hingga tingkat desa.
BPBD memastikan bahwa:
Edukasi kebencanaan diterima langsung oleh masyarakat yang berpotensi terdampak,
Pemerintah desa dan kelurahan memiliki pemahaman teknis dalam menghadapi bencana,
Koordinasi lintas sektor semakin kuat
Kewaspadaan masyarakat meningkat
Terbentuk kemandirian komunitas dalam menghadapi keadaan darurat.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan terus digulirkan secara rutin.
“Pengurangan risiko bencana tidak bisa dilakukan secara reaktif. Kegiatan pencegahan dan mitigasi harus dilakukan secara proaktif dan terus menerus, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak bencana. Masyarakat harus menjadi subjek utama dalam upaya ini,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan pembinaan, pelatihan, dan sosialisasi mitigasi yang merata hingga tingkat desa dan kelurahan, BPBD Kabupaten Lampung Selatan berharap terwujudnya masyarakat yang lebih waspada, siap, dan mampu berperan aktif dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang. Upaya ini menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah daerah Kabupaten Lampung Selatan untuk mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan Melesat yang tangguh bencana.
Sesi selanjutnya, sesuai harapan Bupati Lampung Selatan, Bapak Radityo Egi Pratama, di Kabupaten Bumi Khagom Mufakat wajib menggalakan gerakan ABRI (Asri, Bersih, Rapih dan Indah).
Untuk itu, BPBD Lampung Selatan bersama Destana hingga masyarakat melakukan gotong royong di wilayah desa yang rentan bencana seperti membersihkan tumpukan sampah – Sampah yang menumpuk di aliran sungai dikhawatirkan dapat menghambat arus air dan berpotensi menyebabkan banjir, sehingga warga secara sukarela melakukan aksi bersih-bersih dengan alat seadanya seperti golok, dan garpu sampah.
Semangat kebersamaan terlihat jelas saat warga bahu-membahu membersihkan sampah di tiang jembatan hingga keselokan. Para tim relawan pun menyampaikan pesan agar semua tetap semangat dalam menjalankan tugas serta menjaga kebersihan lingkungan.
Salam tangguh buat kita semuanya!” ujar salah satu relawan Destana desa Merak Belantung. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian warga terhadap lingkungan dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
(JUN)
