Gresik, Memoterkini – Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) 2026 di Kabupaten Gresik resmi ditutup di SMAN 1 Manyar, Jumat (13/2/2026). Ajang tahunan ini diikuti sebanyak 260 siswa dari 63 SMA/SMK se-Kabupaten Gresik yang berkompetisi dalam 44 bidang lomba.
Dari seluruh kategori, panitia menetapkan lima pemenang di setiap bidang, mulai Juara 1 hingga Harapan 2. Total 155 siswa berhasil meraih predikat juara dalam ajang tersebut.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi, S.Pd., MM., menegaskan bahwa LKS bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan wadah membangun pengalaman, kolaborasi, dan penguatan kompetensi siswa.
“LKS bukan hanya soal menang atau kalah. Ini tentang sinergi, kerja bersama, dan pengalaman berharga yang akan menjadi bekal masa depan siswa,” ujarnya dalam sambutan penutupan.
Menurutnya, berbagai bidang lomba yang digelar telah disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi terkini. Selain AI dan Cyber Security, terdapat pula Automobile Technology, Desain Grafis, 3D Game, hingga Digital Marketing.
“Ajang ini dirancang agar selaras dengan perkembangan zaman sekaligus membuka jejaring yang lebih luas bagi siswa,” tambahnya.
Eko juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Gresik untuk melakukan transformasi bersama. Ia menargetkan sekolah-sekolah di Gresik mampu menjadi rujukan nasional melalui prestasi di berbagai ajang, seperti OSN, O2SN, FLS2N, dan LKS.
“Gresik harus menjadi contoh,” tegasnya.
Tak hanya menyoroti prestasi, ia juga mengingatkan para kepala sekolah agar menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan. Menurutnya, kepemimpinan yang responsif dan memiliki kemampuan deteksi dini sangat penting agar persoalan di sekolah tidak berkembang menjadi krisis.
“Jangan menunggu gaduh baru bertindak. Pemimpin harus hadir sebelum masalah menjadi krisis,” pesannya. ( BLK )



