Pamekasan, Memoterkini.com – Setiap tanggal 25 Sya’ban, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, keluarga besar Ikatan Silaturrahim Generasi KH. Fathullah (ISGAF) kembali menggelar agenda rutin tahunan berupa Istighatsah dan Haul para leluhur (Madura; Bhuju’). Kegiatan religius ini dipusatkan di Astah Cendana, Sumber Kereng, Kabupaten Pamekasan, Madura.
Acara tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturrahim antar keturunan sekaligus mendo’akan para leluhur agar senantiasa mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
Tradisi istighatsah ini merupakan bentuk penghormatan dan do’a bersama untuk para leluhur, khususnya KH. Fathullah. Selain menjadi momentum spiritual, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturrahim lintas generasi.
Salah satu dari pengurus ISGAF menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud bakti dan penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa dalam membangun fondasi keilmuan dan perjuangan dakwah keluarga.
“Melalui istighatsah dan doa bersama, kami berharap generasi penerus tetap menjaga warisan spiritual dan persaudaraan yang telah dirintis para leluhur kami,” ujarnya.
Acara dihadiri oleh seluruh anggota dari masing-masing bani yang tergabung dalam ISGAF, yaitu: Bani Shafiyah, Bani Sya’roni, Bani Imran, Bani Zuhri, Bani Badi’ah, dan Bani Nadzifah.
Sejak pagi hari, para anggota keluarga mulai berdatangan dari berbagai daerah di Madura maupun luar daerah.
Tepat pukul 08:00 WIB acara pun dimulai. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan ummul kitab, yasin, tahlil, sholawat bil-qiyam, serta tausiyah keagamaan oleh sesepuh ISGAF, kemudian acara ini ditutup dengan do’a.
Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang acara berlangsung. Selain menjadi ajang do’a bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang temu lintas generasi untuk memperkuat ukhuwah dan menjaga kesinambungan silsilah keluarga.
Menariknya, setiap anggota keluarga membawa nasi bungkus dari rumah masing-masing. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong, sekaligus memperkuat nilai kekeluargaan dalam suasana sederhana namun penuh makna. Setelah rangkaian do’a dan tausiyah selesai, seluruh peserta menikmati hidangan bersama dengan saling tukar menu hidangan yang dibawa oleh masing-masing bani.
Dengan terselenggaranya agenda rutin ini, pengurus ISGAF berharap nilai-nilai kebersamaan, tradisi keagamaan, dan penghormatan kepada leluhur tetap terjaga dari generasi ke generasi.
(Y)



