Kediri, memoterkini – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri menggelar kegiatan sosialisasi Calon Sekolah Adiwiyata Nasional sekaligus pendampingan pengisian aplikasi SIDIA versi 2026. Kegiatan ini diikuti perwakilan sekolah yang diproyeksikan maju dalam program Adiwiyata tingkat nasional.

Acara berlangsung di sebuah ruang pertemuan SMPN 2 Pare dengan menghadirkan narasumber dari DLH serta tim pendamping teknis. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mendalam terkait kriteria penilaian Adiwiyata Nasional, sekaligus praktik langsung pengisian aplikasi SIDIA sebagai salah satu syarat administrasi utama.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri melalui staf DLH Kabupaten Kediri Edwin Mahendra menegaskan pentingnya kesiapan sekolah, tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga implementasi program lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“Program Adiwiyata bukan sekadar penilaian, tetapi bagaimana sekolah mampu membangun budaya peduli lingkungan secara nyata dan konsisten,” ujarnya.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab serta pendampingan langsung kepada peserta. Hal ini bertujuan agar sekolah tidak mengalami kendala saat menginput data ke dalam sistem SIDIA.

Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka berharap melalui pendampingan ini, proses pengajuan Adiwiyata Nasional dapat berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Salah satu peserta, Kepala SMPN 2 Pare, Niam Isbat Futhona, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini sangat membantu sekolah dalam memahami teknis pengisian aplikasi sekaligus memperkuat komitmen menuju sekolah berwawasan lingkungan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya dalam memahami detail pengisian aplikasi SIDIA. Dengan pendampingan seperti ini, kami menjadi lebih siap dan optimis untuk melangkah ke tahap Adiwiyata Nasional,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong seluruh warga sekolah untuk aktif menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

DLH Kabupaten Kediri berharap, melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini, semakin banyak sekolah di wilayahnya yang mampu meraih predikat Adiwiyata Nasional, sekaligus menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di lingkungan pendidikan.

 

Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan sekolah, diharapkan tercipta generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.

Kepala SMPN 2 Pare, Niam Isbat Futhona, menyampaikan apresiasinya, sosialisasi ini sangat membantu sekolah dalam memahami teknis pengisian aplikasi sekaligus memperkuat komitmen menuju sekolah berwawasan lingkungan.(NR)