SURABAYA, Memoterkini.com – Panasnya terik matahari diatas kota Surabaya tak menyurutkan semangat Cak Oga dan Ida Rachmajanti dari PEJUANG KAMPOENG yang mendapat laporan warga dan mendatangi lokasi laporan tepatnya hari Minggu 25 Juni 2023.
Tepatnya Kel Wonorejo, Kec Tegalsari Kota Surabaya, ada sebuah gubuk di perkampungan dihuni seorang nenek yang bernama Soemarmi dan cucunya yang bernama MR yang seharusnya masuk ke SMP tapi sang nenek tidak punya uang untuk membiayai sekolah,

sedangkan MR tidak tahu keberadaan dimana kedua orang tuanya sejak kecil.
MR saat ini sangat bersedih melihat teman temannya sangat beruntung bisa diterima di SMP Negeri sedangkan neneknya tidak mempunyai uang untuk melanjutkan sekolahnya.

Soemarmi mengatakan “dalam hal ini saya tidak bisa berbuat apa-apa mau minta tolong kepada siapa”. Ucapnya
Cak Oga yang ditemani Ida Rachmajanti dari “PEJUANG KAMPOENG” berharap ada pihak yang terkait mendengar jeritan hati dari adik MR dan mungkin lainnya yang saat ini sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah kota Surabaya dan harapan Adik MR ingin melanjutkan sekolah untuk mencapai cita citanya.

Roro Dewi Pitokowati yang kebetulan tetangga MR yang menghubungi Pejuang Kampoeng mengatakan ” MR tinggal bersama neneknya yang sekarang kondisinya sedang sakit hanya di atas tempat tidur, dan keseharianya dibantu oleh anaknya

Untuk pendaftaran masuk ke SMP Negeri Surabaya MR tergeser, secara otomatis tidak diterima di sekolah negeri dari kuota zonasi, dan untuk mendaftar ke sekolah swasta neneknya tidak mampu dan tidak ada biaya. Ucap Roro .
Ida saat ditemuin media ini mengatakan “insya Allah besok hari Senin kami dari Pejuang Kampoeng akan sowan ke kantor kecamatan Tegalsari untuk menghadap Camat dan melaporkan keberadaan warga yaitu Soemarmi yang mempunyai cucu dan tidak mampu untuk menyekolahkan karena keterbatasan ekonominya”. Pungkasnya

Fery. F