Lampung Selatan – Kikat Kenui Melayang Keratuan darah putih
Merupakan sebuah pakaian adat berupa penutup kepala berbahan songket atau kain tenun yang dibentuk sedemikian rupa seperti Kenui (elang) yang sedang melayang.
Pada zaman dahulu, Kikat Kenui Melayang hanya dipakai oleh keluarga utama Lamban Balak (Keluarga dari Raden intan atau Raden Imba Kesuma Ratu)
Namun, pada saat ini Dalom Kesuma Ratu selaku pimpinan adat Keratuan Darah Putih telah mengizinkan Kikat Kenui Melayang untuk digunakan oleh para punyimbang Keratuan dan masyarakat umum, sebagai penanda identitas Kikat Resmi Keratuan Darah Putih.

Contoh, Kikat Kekhia Laksamana, Punyimbang Keratuan Darah Putih yang berkedudukan di Desa Kelau.

Kikat ini dahulu identik terpakai oleh Raden Intan II, seperti pada lukisannya, Kikat Kenui Melayang dulu hanya kain yang dililitkan langsung di kepala dengan bentuk pola Kenui Melayang, jadi memang agak ribet harus membelitkan dan membentuk ulang.
Kini supaya lebih praktis maka kain kikat yang sudah dibentuk dijahitkan pada songkok, agar menjadi lebih mudah dipakai,”tutur Aden Yogha yang bergelar Raden Mas Kesuma Ratu
Diketahui, pembuatan kikat Kenui Melayang ini belum memiliki cabang, karna harus dijahit langsung oleh salah satu keluarga ahli waris yaitu Aden Yogha (Raden Mas Kesuma Ratu), untuk menjaga Wibawa dan Marwah serta ke Originalitasan Kikat Kenui Melayang.
Proses pembuatan saat ini diamanatkan oleh Dalom Kesuma Ratu kepada Aden Yogha (Raden Mas Kesuma Ratu) di Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.

Selanjutnya Aden Yogha juga mengungkapkan, “Yaa Alhamdulillah, Kanda Dalom Kesuma Ratu telah mengizinkan, bahwa Kikat Khas Lamban Balak ini, yaitu, Kikat Kenui Melayang boleh dipakai untuk umum. Dari dulu sudah banyak yang ingin pesan, tapi saya tidak berani untuk membuat tanpa seizin beliau.
Sampai saat ini pun setelah diizinkan, setiap ada pemesanan akan saya sampaikan untuk diketahui oleh Kanda Dalom dan Kakak Ratu Mas. Karna restu beliau lah yang kami inginkan,”ungkap Aden pada hari Rabu 29 Januari 2025
Liputan : Edo Genstal

