Lampung Selatan – Sorotan tentang anggaran pakaian dinas Fantastis sebesar 2,2 Milyar di Kabupaten Lampung Selatan, hingga hari ini terus bermunculan kritikan dari berbagai pihak seperti lembaga, ormas dan tokoh – tokoh masyarakat Lampung Selatan.

‎Kali ini kritikan muncul dari ketua Dewan Anak Adat Lampung, H.Andi Azis,SH., dirinya mengkritik pedas terkait kabar berita ataupun informasi dibeberapa media online yang berbagai sumber, sesuai dilansir dari media Radar Lampung.co.id bermula pada saat Banggar DPRD Kabupaten Lampung Selatan dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) pada tanggal 15/7/2025 bulan lalu.

‎Kabag Umum Setdakab, Hendry Kurniawan menyampaikan, jumlah keseluruhan anggaran Bagian Umum dari Rp.31 miliar kemudian melonjak ke angka Rp.39 Miliar.

‎Nilai anggaran yang menyedot perhatian publik dan bernilai fantastis yakni pada pengadaan pakaian dinas, semula Rp681 juta pada APBD murni 2025 menjadi Rp2,27 miliar termuat di RKA APBD perubahan 2025 Bagian Umum Setdakab Lampung Selatan. 

‎Menurut penjelasan, Kepala BPKAD Wahidin Amin dalam rapat itu, anggaran pengadaan pakaian dinas bersumber dari Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran).


‎Sedangkan kata Andi Azis,SH ketua umum Dewan Anak Adat Lampung (DAAL), terkait bernilai fantastis dalam pengadaan pakaian dinas sepertinya sudah mengangkangi instruksi presiden  Republik Indonesia (RI), dimana pihak oknum oknum pejabat terkait, dengan menganggarkan baju dinas yang tak masuk diakal dengan nilai fantastis di Pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan, tidaklah sejalan dengan efesiensi anggaran oleh pemerintah pusat.

‎”Sepertinya udah tak ada urat malu oknum oknum pejabat di Pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan ini, masyarakatnya saja masih banyak yang kelaparan atau kesusahan sedangkan oknum oknum pejabatnya malah seenak perutnya saja pakai uang rakyat.,”ujar H.Andi Azis,SH, yang dikenal aktivis senior ini

‎Saya menduga, tidak mungkin bagian umum itu buat anggaran tanpa sepengetahuan atasannya, saya rasa kalaupun memiliki kesadaran dan punya tanggung jawab apakah anggaran sebesar itu sebaiknya lebih baik harus diutamakan untuk rakyatnya, apalagi nilainya hingga milyaran rupiah,”ungkapnya pada tanggal 02 Juli 2025

‎”Apakah baju seragam itu berkilau dengan adanya berlian dan olahan dari mas murni, sangat terlihat contoh kerakusan oknum pejabat yang tak ingin berbagi dengan rakyatnya, hanya ingin mementingkan kemewahan sendiri. loh,, kalau mau mewah pakai uang sendiri jangan pakai uang rakyat,”tegas H.Andi Azis,SH.


‎”Kalaupun mau dianggarkan sewajarnya saja dong, menurut kami kalau untuk pakaian tak perlu mewah mewah amat, yang perlu saat ini sebagai pejabat harus menunjukkan kinerja yang baik dan betul betul untuk rakyat, bukan mau mewah mewahan”pungkasnya

‎Selain itu H.Andi Azis,SH juga berharap kepada Pemimpin Kabupaten Lampung Selatan, khususnya Bupati dan wakil Bupati Lampung Selatan, sebaiknya rencana penganggaran pengadaan baju dinas dengan nilai fantastis harus dibatalkan, kenapa harus seperti itu, karena lebih baik mikirin rakyat Lampung Selatan, sekarang ini rakyat menunggu hadirnya pembangunan serta kesuksesan menuju Indonesia emas 2045, bukan untuk menonton pejabat berpakaian mewah dan rakyat sensara,”Pungkasnya

(Jn)