Lampung Selatan – Dalam kondisi cuaca yang tak menentu atau disebut Esktrim (hujan disertai angin kencang) di Kabupaten Lampung Selatan. BPBD Lampung Selatan memberikan peringatan kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada. Pada hari Selasa, Malam, 4 Oktober 2025.

‎Hal itu ditegaskan oleh Erwan Fatriansyah,SE.,MM kepala bidang (Kabid) pencegahan dan kesiapsiagaan yang mewakili Kalak BPBD Lampung Selatan, Maturidi Ismail,SH.

‎Cuaca Eskrim ini diperkirakan berlangsung beberapa hari ini, sesuai peringatan dini dari BMKG memantau adanya peningkatan aktivitas cuaca Intensitas hujan tinggi disertai angin kencang di wilayah Propinsi Lampung.


‎Selain itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini pasang maksimum sejak tanggal 5 hingga 10 Oktober 2025. Penyebab dari adanya fenomena fase perigee (jarak terdekat bulan dan bumi) dan bulan purnama yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

‎Untuk itu Erwan Fatriansyah, SE Mengatakan, kondisi itu secara umum dapat mengganggu aktivitas masyarakat disekitar pelabuhan atau pesisir seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan,”katanya saat di wawancarai media ini.

‎Ia pun mengimbau, masyarakat Lampung Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Yakni, yang bisa berdampak pada banjir, genangan air, maupun pohon tumbang.

‎BPBD juga mencatat bahwa wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kecamatan Kalianda, Rajabasa, Palas, Katibung, Sidomulyo, Sragi, Candipuro. Terutama di daerah yang dekat aliran sungai.

‎Untuk mengantisipasi potensi dampak, BPBD Lampung Selatan telah menyiagakan personel dan peralatan evakuasi di sejumlah titik rawan. Serta melakukan koordinasi dengan kelurahan atau desa dan kecamatan dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi,” jelas Erwan

‎”Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air, memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang dan segera melapor ke Pusat Komando BPBD Lampung Selatan bila terjadi keadaan darurat,” tambah Erwan Fatriansyah sosok Kabid pantang menyerah sebelum tumbang itu.

‎Dengan langkah antisipatif dan kewaspadaan bersama, diharapkan potensi dampak cuaca ekstrem dapat diminimalisir dan masyarakat tetap aman serta siaga menghadapi kondisi cuaca yang dinamis.

Editor : Iwn