Lampung Selatan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan terus memperkuat langkah mitigasi dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat. Pola musim yang tidak menentu, cuaca ekstrem, hingga ancaman bencana hidrometeorologi kini menjadi tantangan serius bagi masyarakat Lampung Selatan.
Plt.Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lampung Selatan, Maturidi Ismail,SH diwakili oleh PLT.Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Nurma Suri, SE, saat dikonfirmasi, Rabu (26 November 2205 ), dirinya menjelaskan BPBD Lampung Selatan menyiapkan berbagai langkah antisipasi secara terstruktur untuk mencegah terjadinya bencana banjir akibat Intisitas hujan tinggi.
Nurma suri, SE Juga mengatakan bahwa diprioritaskan mitigasi dilaksanakan wilayah rawan banjirseperti salah satunya di Kecamatan Candipuro.
Kita sudah punya pemetaannya dan kami di BPBD tidak bisa bekerja sendiri. Upaya mitigasi bencana dilakukan melalui kolaborasi dengan BMKG, perangkat desa, Destana serta OPD terkait seperti Dinas PU dan DLH,” katanya.
Selain itu, BPBD Lampung Selatan juga memperkuat sistem peringatan dini. Informasi cuaca yang diperbarui BMKG segera diteruskan kepada masyarakat melalui perangkat desa, media sosial, hingga rapat koordinasi. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui lebih awal potensi ancaman bencana ketika memasuki musim kemarau maupun musim hujan.
Di sisi lain, BPBD secara rutin meningkatkan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi, edukasi, hingga simulasi penanggulangan bencana. Program Desa Tangguh Bencana dan Satuan Pendidikan Aman Bencana menjadi wadah untuk menyiapkan masyarakat agar lebih tangguh menghadapi risiko.
“Perubahan iklim telah memicu berbagai dampak, mulai dari banjir, longsor, hingga kekeringan air bersih. Karena itu, penguatan kapasitas dan kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam mitigasi bencana di Lampung Selatan,”paparnya
Nurma Suri, SE bersama tim melaksanakan mitigasi di dua Desa rawan bencana yakni desa Beringin Kencana dan Sinarpasma Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan.

”Tujuan utama mitigasi bencana bertujuan untuk mengurangi resiko bencana, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, menjadi landasan perencanaan pembangunan dan mempercepat pemulihan di Dua desa ini,”ungkap Nurma Suri, SE atau dengan sapaan Bunda Nuri saat di konfirmasi media ini.
Selanjutnya dalam pantauan media ini, BPBD Lampung Selatan bersama Destana dua desa tersebut melakukan kegiatan bersih bersih untuk mengurangi resiko terjadinya bencana salah satunya banjir.
Terlihat Plt.Kabid Kedaruratan dan Logistik itu memimpin langsung melakukan bersih – bersih seperti salah di selokan yang bertumpuk sampah hingga melakukan pemangkasan pohon yang rentan terhadap angin kencang tak jauh dari rumah warga. Hal ini dilakukan sesuai dengan salah satu program Bupati Lampung Selatan (ABRI) Asri, Bersih, Rapih dan Indah tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, yang berkontribusi pada kesehatan masyarakat dan mencegah masalah seperti banjir akibat drainase yang tersumbat sampah melalui bekerja bakti yang melibatkan berbagai pihak seperti tim Destana, Aparat Desa hingga berbagai pihak lainya.
Red

