Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui BPBD Lampung Selatan terus gencar memperkuat mitigasi di wilayah rentan bencana banjir rob dan angin puting beliung.
Tahap pertama dilakukan di beberapa titik seperti di desa Sinarpasma, Beringin Kencana Kecamatan Candipuro, Merak Belantung, Kecamatan Kalianda dan Suak Kecamatan Sidomulyo, pada tanggal 26 November 2025. Terus berlanjut di tanggal 27 di dua desa berbeda yakni Rangai Tritunggal Kecamatan Katibung dan Bandar Agung Kecamatan Sragi Lampung Selatan.
Kegiatan di prioritaskan bersih – bersih seperti membersihkan sampah di selokan agar tidak mampet yang mengakibatkan terjadinya banjir, pemangkasan pohon yang rimbun di pinggir rumah warga serta berbagai lainya.
Seperti dikatakan Plt. Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi Ismail, SH yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Erwan Fatriansyah, SE.,MM.
”Kegiatan mitigasi bencana Pada Tahun 2025 ini kita prioritaskan sesuai program bapak Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati bapak M.Syaiful, karena program tersebut salah satunya menciptakan Kabupaten Lampung Selatan yang kita banggakan ini menjadi “ABRI” (Asri, Bersih, Rapih dan Indah),”kata Bung Erwan Fatriansyah sapaan para tim BPBD Lampung Selatan

Berlanjut Erwan Fatriansyah menjelaskan, Mitigasi dan Kesiapsiagaan bencana di lakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur, baik dari OPD maupun hingga ke pemerintah desa, juga para relawan dan masyarakat sekitar.
”Seperti di desa Rangai Tritunggal Kecamatan Katibung dan desa Bandar Agung Kecamatan Sragi, ketika bersih – bersih selokan hingga diberbagai titik lainya Tim BPBD berkolaborasi dengan pihak pemerintah desa hingga melibatkan warga setempat,”jelas Bung Erwan yang berjuluk Kabid Pantang pulang sebelum tumbang itu

Erwan Fatriansyah, SE.,MM berharap, lewat pelibatan masyarakat pada aksi bersih-bersih seperti di sungai atau di selokan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kualitas termasuk kebiasaan membuang sampah ke sungai bisa benar-benar dihilangkan.
“Saya mohon ini semua bisa menjadi kewaspadaan bersama. Dan semua bisa memiliki kesadaran untuk ambil bagian menjaga kualitas sungai atau selokan. Sehingga antisipasi potensi banjir ini bisa dilakukan lebih dini,” tutupnya.
(Edo Memo)


