Lamongan, memoterkini – Pemkab Lamongan memperkuat infrastruktur sumber daya air untuk menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi gencar melakukan normalisasi sungai, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, penguatan tanggul, serta pemeliharaan waduk di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas SDA dan BK Lamongan, Syaikhu R., menyebut air adalah kunci keberlanjutan sektor pertanian yang jadi tumpuan ekonomi warga.
“Distribusi air yang lancar menentukan stabilitas produksi padi. Karena itu kami rutin memelihara saluran, mengeruk sedimentasi, dan membersihkan jaringan agar aliran ke lahan petani optimal,” ujarnya di Lamongan, Selasa 17/6/2026.
Ia menambahkan, selain menjaga produktivitas, normalisasi saluran dan irigasi juga jadi langkah mitigasi bencana hidrometeorologi. Saluran yang terawat meningkatkan daya tampung, mengurangi risiko banjir saat hujan, dan menjamin pasokan air saat kemarau.
Langkah ini sejalan dengan UU No. 18/2012 tentang Pangan dan UU No. 17/2019 tentang Sumber Daya Air. Kedua regulasi menegaskan pengelolaan air berkelanjutan sebagai kunci kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pertanian.
Syaikhu menegaskan keberhasilan pertanian tak hanya ditentukan petani, tapi juga infrastruktur yang berfungsi baik. Untuk itu Pemkab terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan agar jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier termanfaatkan maksimal.
Komitmen ini krusial karena Lamongan menempati peringkat pertama sentra produksi padi utama di Jawa Timur. Data BPS Provinsi Jatim 2025 mencatat Lamongan sebagai kabupaten dengan produksi padi tertinggi di provinsi tersebut.
Pemkab optimistis program berkelanjutan ini menjaga produktivitas padi dan memperkuat kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional.
“Kami berkomitmen memastikan irigasi, waduk, embung, dan saluran air berfungsi optimal. Harapannya petani makin produktif, hasil panen naik, dan Lamongan tetap jadi lumbung pangan nasional,” pungkasnya.(BLK)

