Lamongan,Memoterkini.com – Carut marutnya sistim pengelolaan di bidang pendidikan kampus Universitas Islam Lamongan rupanya semakin menggila, predator-predator jabatan semakin berebut kekuasaan, dan nampak memperkeruh suasana tanpa memikirkan nasib anak didiknya atau mahasiswanya.

Menurut salah satu mahasiswa yang sudah hampir lulus, juga merasa prihatin dengan apa yang Sekarang sedang terjadi dikampus nya,”dulu saya pandang kampus UNISLA adalah kampus ternama bahkan terbesar di Lamongan, tapi kondisi sekarang dengan adanya perebutan jabatan nampaknya tidak bisah memberi contoh yang baik kepada anak didiknya, pimpinannya saja seperti itu bagaimana dengan anak didiknya, bisa lulus aja sudah Alhamdulillah.” tegas mahasiswa

Akibat munculnya dua kubu kepemimpinnan yakni jabatan rektor universitas UNISLA, serta ketua yayasan YPPTI Sunan Giri Lamongan dan anehnya keduanya dinyatakan sah itulah yang membuat pandangan tak sedap nampak carut marut.

Yang mana masing masing PJ Rektor yang baru dilantik beberapa bulan yg lalu yakni Dody Eko Wijayanto, selang beberapa bulan muncul lagi PJ Rektor yaitu Abdul Ghofur sungguh luar biasa satu kampus dua kepemimpinan.

Selain itu ketua yayasan YPPTI Sunan Giri juga muncul dua nama yakni Wardoyo ketua yayasan yg lama, sekarang muncul ketua baru yaitu Bambang Eko Mulyono mantan rektor UNISLA, keduanya masih saling gugat menggugat untuk kebasahan jabatan dimata hukum.

Bahkan buntut dua kepemimpinan tersebut nampaknya sangat besar, bahkan masalah gaji pegawai dan dosen pendidik UNISLA semenjak dua bulan yang lalu belum terbayarkan,dan beberapa dosen serta pegawai tepatnya hari Senin (19/06) sempat melakukan ujuk rasa di depan kantor cabang BRI Lamongan layaknya mahasiswa.

Dalam aksi demo tersebut intinya BRI agar segera mentransfer gaji pada rekening masing masing kariawan dan dosen, namun saat mediasi bersama perwakilan Pendemo dan pimpinan Bank BRI cabang Lamongan, keputusan agar pihak bank bisa bertemu dengan pengurus yayasan YPPTI agar bisa clear.

Sementara Wardoyo selaku ketua yayasan YPPTI Sunan Giri Lamongan, ketika dikonfirmasi wartawan terkait telatnya gaji yang diterima oleh tenaga didik Dosen serta pegawai,” terkait gaji sebenarnya tidak ada masalah sejak bulan yang lalu kita sudah menfalitasi semua Bahakan ada bukti surat edaranya.” Ucap Wardoyo

Masih menurut Wardoyo tidak semua kariawan maupun dosen yang belum menerima gaji hampir 50 persen sudah menerima gaji, sembari menunjukan bukti Surat edaran No 228a/IN.01.03/IV/2023 tertanggal 29 April 2023 Perihal pencarian gaji bulan April tahun 2023.

Kalau sudah saya umumkan melalui surat edaran tapi masih ada yang tidak merespon ya salahnya sendiri, informasi diluar tidak diterimanya gaji tersebut ternyata banyak yang dipengaruhi oleh predator, pemburu kekuasaan yang baru dan ditakut takuti bahkan ada ada yang sudah menerima gaji tapi dikembalikan karena saking takutnya.

Kalau soal jabatan saya Wardoyo hanya melanjutkan tongkat estafet para muazis terdahulu pendiri lembaga UNISLA, kalau pingin Mengganti saya tidak masalah tapi jangan seperti ini caranya malu kita.

Hal tersebut juga di respon oleh aktivis lokal yang tidak mau disebut namanya, memang sangat aneh jika sudah berani memecah belah, atau membuat kubu baru ya tanggung jawab atas gaji kariawan pendidik, gak jau kalau nyuru orang bekerja ya harus berani membayar, tidak harus mengusik tatanan yang lama.(*)