Kota Malang, Memoterkini.com – Dinamika politik menuju kontestasi 2029 mulai terasa di berbagai daerah, termasuk di Kota Malang dan Malang Raya. Di tengah hangatnya komunikasi lintas tokoh politik, muncul satu nama yang mulai menjadi perhatian publik, yakni Muchammad Ali Yasin, S.E., atau yang akrab disapa Aba Yasin.
Selama ini, Aba Yasin lebih dikenal sebagai sosok yang aktif di dunia pendidikan. Sejak 2019, ia konsisten mengembangkan berbagai ajang olimpiade tingkat regional hingga nasional melalui JSO dan KMSI di bawah naungan Yayasan Intan Mutia. Jaringan kegiatan yang dipimpinnya kini disebut telah menjangkau 18 provinsi dan 152 kabupaten/kota di Indonesia.
Tak hanya di bidang pendidikan, Aba Yasin juga dikenal aktif di organisasi kemasyarakatan. Sejak tahun 2024 hingga saat ini, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua DPW Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Jawa Timur.
Belakangan, pergerakan Aba Yasin mulai menjadi perbincangan setelah dirinya melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang, Jalan Panglima Sudirman Nomor 91, Kecamatan Klojen, pada Sabtu (1/8/2026).
Kunjungan tersebut memunculkan berbagai spekulasi. Sebagian kalangan menilai langkah itu bisa menjadi awal komunikasi politik menjelang Pemilu 2029, sementara sebagian lainnya menganggapnya sebagai silaturahmi biasa.
Busamat, seorang pemuda desa yang mengaku mengikuti perjalanan Aba Yasin sejak lama, menilai kunjungan tersebut menarik untuk dicermati. Namun, ia menegaskan bahwa penilaiannya merupakan pandangan pribadi.
> “Aba Yasin sejak dulu sebenarnya orangnya suka berteman tanpa pilah pilih, tapi 1 tahun terakhir mulai sering main catur di kantor DPC Golkar, bisa jadi catur yang dipegang bagian dari peran catur masa depan, yang paham beliaunya sendiri,” ungkap Busamat.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Aba Yasin membantah anggapan bahwa kunjungannya memiliki muatan politik tertentu. Ia menegaskan bahwa silaturahmi merupakan hal yang biasa dilakukan.
> “Saya banyak kawan, banyak teman, banyak relasi sosial jadi saya ke mana aja bebas yang penting niatnya baik,” ungkapnya.
Ia kemudian menjelaskan alasan kedatangannya ke kantor Partai Golkar.
> “Sebenarnya saya ke DPC Golkar saya silaturahmi secara langsung bukan diundang atau di apalah, tapi saya datang atas inisiatif sendiri, di sana saya ada banyak teman dan saudara,” tutupnya.
Sementara itu, salah seorang kader Partai Golkar yang aktif memberikan pendidikan politik di internal partai turut memberikan tanggapan mengenai kunjungan tersebut.
> “Aba Yasin hadir adalah bentuk bangun komunikasi dan persaudaraan, Golkar terbuka lebar bagi siapa saja,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Aba Yasin yang menyebut dirinya akan bergabung dengan partai politik atau maju dalam kontestasi politik 2029. Karena itu, berbagai anggapan yang berkembang masih sebatas dinamika dan spekulasi publik.
Kunjungan tersebut setidaknya menunjukkan bahwa komunikasi lintas organisasi, tokoh masyarakat, dan partai politik terus berlangsung menjelang tahun-tahun politik. Apakah silaturahmi ini akan bermuara pada langkah politik yang lebih besar, atau hanya sebatas menjaga hubungan persaudaraan, waktu yang akan menjawabnya.
(Yt)


