Ngawi,memoterkini.com – blusukan turun ke sawah untuk mencegah jebakan tikus listrik dengan patolli dialogis di Persawahan Ds. Sukowiyono, Kec. Padas, Kab. Ngawi, Minggu (15/10).

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif yang diambil oleh aparat kepolisian setempat untuk menjaga keamanan petani di daerah tersebut.

Kapolsek Padas, IPTU Edi Sutikno, menyatakan bahwa jebakan tikus bukan hanyamembahayakan petani itu sendiri, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan warga sekitar.

“Kami tidak ingin ada korban jiwa akibat jebakan listrik tikus. Oleh karena itu, kami turun langsung ke sawah untuk memberi himbauan berupa patrol dialogis,” ujarnya.

Dalam blusukan tersebut, AIPTU Budi S memberikan edukasi kepada petani tentang penggunaan perangkap tikus yang efektif dan aman. “Bisa dengan gropyokan tikus dengan asap belerang lebih aman bagi petani,”ujarnya.

ia menjelaskan bahwa gropyokan tikus menggunakan alat yang berbentuk seperti knalpotdan mirip dengan fogging. Isinya terdiri dari bubuk belerang, jerami kering, atau areng yang kemudian dibakar. Setelah itu, tuas pada alat tersebut diputar untuk menghasilkan asap. Asap tersebut kemudian dimasukkan ke dalam lubang rumah tikus sawah dan ditutup dengan tanah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah seorang petani, menyambut baik kegiatan ini. “Kami berterima kasih telah terhadap kami para petani. Semoga langkah ini bisa memberikan hasil yang baik bagi pertanian kami,” ucapnya.(tris)