Jepara,memoterkini – Berdasarkan keterangan beberapa warga di Kelurahan Jobokuto, Diduga mereka diberikan sejumlah uang agar mencoblos salah satu calon anggota DPRD Kabupaten Jepara.

“Kami dikasih amplop isinya 50 ribu, dan diduga disuruh coblos Bustanul Arif, dan saya siap jadi saksi ke Bawaslu”, kata AA salah satu orang yang mendata warga Kelurahan Jobokuto.

Lanjut AA seorang narasumber yang tidak berkenan disebutkan namanya itu, dia mengatakan kalau dirinya dan teman-temannya menerima amplop sebanyak 100 buah beserta stiker yang diduga dari calon anggota DPRD Kabupaten Jepara dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil 1 nomor urut 12 yang harus dicoblos. “Amplop kami terima jam 21.30 tanggal 11 Februari”, terangnya.

Selain itu, salah satu warga penerima amplop berinisial M saat dikonfirmasi (13/2) mengatakan kalau pihaknya memang menerima sejumlah amplop dari seorang yang mengaku tim sukses dari Caleg DPRD Kabupaten Jepara Bustanul arif. Amplop itu diantarkan memakai kendaraan Honda Freed warna putih dan bertemu didepan musola yang berada didepan gerbang masuk pelabuhan.

Caleg DPRD Kabupaten Jepara Dari PPP Bustanul Arif Di Duga Money Politik di Dapilnya

“Amplop itu diantar langsung oleh orang yang mengaku tim suksesnya Bustanul Arif”, jelasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon (13/2), Bustanul Arif selaku Calon legeslatif DPRD Kabupaten Jepara Dapil 1 membantah semua dugaan money politic yang diarahkan kepadanya. “Saya tidak punya tim sukses, dan tidak menyebar uang”, elaknya.

Terpisah Ujarko dari Lembaga Perlindungan Konsumen Putra Lawu saat ditemui dikantornya mengatakan, kami sudah menerima aduan terkait dugaan money politic dari salah satu Caleg DPRD Kabupaten Jepara dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Lebih lanjut dia mengatakan, kalau bukti dan rekaman video sudah dia terima, dan akan segera berkirim surat ke Bawaslu Kabupaten Jepara. “Surat segera kita buatkan, mudah-mudahan kamis besok sudah kita serahkan ke Bawaslu”, tegasnya.

Pihaknya sangat menyayangkan jika dugaan tersebut benar adanya, Pemerintah sudah berulangkali melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada para Caleg agar tidak memakai money politic. “Bawaslu harus segera mengusut dugaan money politic itu”, katanya.
(Zuhra)