Gresik, memoterkini – Warga Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, memprotes keras aktivitas galian tanah yang dilakukan di desa mereka. Protes ini dipicu oleh dampak negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas truk pengangkut material tanah, seperti kemacetan, kebisingan, dan polusi debu yang mengganggu kesehatan.

Puluhan dump truk berukuran sedang terlihat keluar-masuk lokasi galian setiap hari, mengantre untuk memuat material tanah dan melintasi tiga desa, yaitu Desa Masangan, Sidorejo, dan Melirang. Aktivitas ini dinilai sangat mengganggu kehidupan sehari-hari warga sekitar.

LSM Front Peduli Suara Rakyat (FPSR) turun tangan untuk mendampingi masyarakat terdampak. Menurut Aktivis FPSR, Mas Aris Gunawan, kegiatan galian ini tidak pernah disosialisasikan kepada warga sebelumnya. “Aktivitas ini jelas mengganggu masyarakat. Sayangnya, warga tidak pernah diajak musyawarah atau diberikan informasi mengenai keberadaan proyek galian ini,” ujar Aris.

FPSR akan melaporkan persoalan ini kepada aparat berwenang di Kabupaten Gresik dan berharap mereka dapat mendengarkan aspirasi masyarakat serta mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas yang dinilai merugikan warga.

Kasus serupa juga terjadi di Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom, dimana aktivitas tambang galian C juga menuai protes keras dari warga setempat karena berdampak pada kerusakan lingkungan dan rumah warga ¹.

Warga Desa Melirang dan sekitarnya kini menanti respons cepat dari pemerintah daerah dan berharap ada solusi konkret yang dapat melindungi kepentingan serta hak-hak masyarakat. ( BLK )