Lampung Selatan – Aksi nekad kibuli warga masyarakat Desa dilakukan para oknum Kades nakal di Bumi Ragom Mufakat semakin menjamur bagaikan cendawan tumbuh dikala musim hujan, sepertinya sulit diberantas dan terus melenggang.
Bagaimana tidak, banyak terjadi saat ini terus menerus hari demi hari, berita dimana – mana, baik dari media online, cetak dan elektronik tentang masalah banyak dugaan oknum kepala desa menyalahgunakan Dana Desa (DD).
Dari mencurangi laporan SPJ, oknum kades di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, malah nekad mengelabuhi tim pemeriksa Inspektorat pemerintah Lampung Selatan, khususnya tim auditor pembantu Inspektur.
Terbukti dalam berapa hari ini, sudah sangat jelas disaksikan masyarakatnya, salah satu desa di Kacamatan Kalianda, Desa Hara Banjar Manis, menganggarkan berbagai kegiatan seperti program ketahanan pangan berupa 5 ekor sapi , Pembangunan rabat beton yang menggunakan dana Desa (DD) sejak tahun sebelum 2022 hingga 2024 mulai terungkap. Dimana sangat jelas dan nyata bahwa seperti 5 ekor sapi itu saat dicek fisik ternyata menghasilkan fiktif.
Usut punya usut dilansir berbagai salah satu media di Lampung Selatan, yang dimaksud dari 5 ekor sapi bersumber dari DD tahun 2024 itu ternyata sapi pribadi milik warganya bukan sapi program ketahanan pangan desa.
Hal yang sama, selain kades Desa Hara Banjar Manis (Syah -Red) tersorot Publik tentang dugaan kasus korupsi yakni, di Desa Sinar Palembang Kecamatan Candipuro (Seko – Red).
Dimana hingga hari ini tanggal 21 Agustus 2025 Justru masyarakat terus melakukan aksi besar – besaran di depan kantor Bupati Lampung Selatan, salah satu hal yang diminta oleh masyarakat Sinar Palembang yakni memberhentikan kepala desa secepatnya, dan menuntut proses hukum.
Sedangkan Inspektorat Lampung Selatan, di langsir dari media BLBnews.TV.id, dimintai tanggapan atas hasil pemeriksaan sementara disalah satu desa yakni Desa Hara Banjar Manis, Kecamatan Kalianda. Anton Cermana selaku Plt Kepala Inspektur tidak menanggapinya dan mengatakan belum waktunya untuk dikonfirmasi.
” Tunggu selesai pemeriksaan dulu, itupun kalau kami bersedia, karena kalaupun sudah selesai belum tentu juga kami menjelaskan,”kata Anton Cermana dengan nada tidak menyenangkan.
Dari tanggapan Inspektorat Lampung Selatan di beberapa media online, malah menuai pertanyaan dan diduga ada indikasi kongkalikong sehingga dinilai pihak berbagai lembaga hingga masyarakat Lampung Selatan mulai tak percaya.
Salah satu pemuda asli Lampung Selatan mengkritik, Seperti dikatakan Wandi, sepertinya Inspektorat Lampung Selatan, tak serius menanggapi permasalahan di beberapa desa di Lampung Selatan yang diduga Mark UP anggaran DD.
”Nyali Inspektorat Lampung Selatan Ciut atau emang sudah di elus dengan lembaran kertas yang beharga, sehingga setiap masalah urusan desa yang diduga bermasalah belum ada yang tuntas, hingga hari ini Inspektorat dinilai gagal memberikan ketegasan kepada oknum kades yang jelas – jelas Mark Up DD. Inspektorat Lampung Selatan terkesan tidak Profesional menyikapi masalah beberapa desa yang bermasalah,”kata Wandi
”Sekali lagi kami tegaskan, bersikap netral dan transparan terhadap masyarakat agar hasilnya terang benderang persoalan masalah oknum oknum kepala desa itu. Soalnya hingga saat ini belum melihat adanya langkah kongkret dari inspektorat yang ada malah masyarakat demo penyebab dari lambannya pemeriksaan dan selalu mengulur ulur waktu tanpa hasil yang jelas. Kami khawatir kasus dugaan Mark up DD disetiap desa bermasalah hanya seperti angin lalu saja, berlalu tanpa kabar dan tanpa penyelesaian yang adil,”tegasnya pada tanggal 22 Agustus 2025 saat berbincang dengan media ini
Terus berlanjut, Wandi juga mengatakan, “cobalah Inspektorat benar – benar menjalankan tugas dengan baik, sebab jika terus menerus permasalah ini tanpa penyelesaian yang jelas, maka perlu dipertanyakan Kredibilitas dari Inspektorat,”pungkasnya

