Jepara, memoterkini – Jalan aspal bila dikerjakan sesuai pasti akan awet dan tidak mudah rusak sangat disayangkan bila jalan aspal di desa dudakawu kecamatan kembang kabupaten jepara di duga tidak sesuai spesifikasi dan bukan ahlinya ( orang tekhnis).

Bersumber dari dana bantuan provinsi sebesar 200jt hasil dari pantauan di lokasi pekerjaan jalan tersebut di duga percampuran aspalnya kurang juga gilasan silinder kurang dan sehingga kurang padat.rabu,10/09/25

‘keterangan petinggi dudakawu
K “terus terang saya tidak paham
Secara detail terkait jalan aspal
yang tahu Tpk R U dan rekanya
S tahunya saya jalannya udah
Mulus”ucapnya

Sementara tpk tidak bisa ketemu jadi belum bisa dimintai keterangan
Yang jelas lewat via WhatsApp menjelaskan”papan nama kegiatan belum terpasang di karenakan ada yg salah dan di baru di perbaiki” ‘sahutnya

Awak media dan lpk ( lembaga perlindungan konsumen) divisi pengawasan barang dan jasa ujatko memang melihat langsung di lokasi proyek jalan aspal dan patut di duga cari untung saja.

Kitapun bertemu dengan sekretaris desa B dan kita konfirmasi”terkait RAB jalan aspal di Rw 2 saya tidak tahu sama sekali dan Saya tidak di libatkan “ungkapnya

Lanjut ia”terkait proyek yang bersumber dari bantuan provinsi memang riskan petinggi dan saya tidak di libatkan padahal kalau ada kesalahan petinggi dan saya jadi penanggung jawabnya”sahutnya

Ujatko”akan kita adukan biar di teliti dan di uji lab sudah layak apa belum . Dan bisa jadi percontohan di desa se-kabupaten Jepara agar mengerjakan jalan aspal tidak asal asalan harus memahami metode yang di atur dalam spek tek”bilangnya

Lanjutnya “memang pekerjaan tersebut tidak menggunakan tenaga ahli jadi kalau di uji kelayakan /uji lab di pastikan tidak sesuai “ujarnya
(bgs)