Lampung Selatan – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan bersama menggelar kegiatan Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Penanggulangan Bencana di 4 titik desa wilayah Kecamatan Rajabasa.
Dihari kedua pelaksanaan sosialisasi berlangsung di desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat desa agar memiliki kesadaran dan kesiapan menghadapi bencana. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi Ismail,SH yang diwakili Kabid Pencegahan dan Kedaruratan, Erwan Fatriansyah, SE menyampaikan, peningkatan kapasitas masyarakat adalah pondasi utama pengurangan risiko bencana.
”Masyarakat harus menjadi subjek utama dalam penanggulangan bencana, bukan hanya sebagai penerima bantuan.
Sosialisasi seperti ini menjadi ruang penting untuk membangun budaya tanggap bencana di tingkat desa,” kata Bung Erwan saat pemaparan materi di desa Canti Kecamatan Rajabasa. Pada Hari Rabu (19/11/2025).
Ia menambahkan, wilayah Kabupaten Lampung Selatan, seperti desa Canti, Kecamatan Rajabasa, memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana alam seperti tanah longsor, angin kencang, gelombang tinggi dan banjir. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.
”Dengan memahami potensi ancaman di sekitar, masyarakat dapat bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi, sehingga dampaknya bisa diminimalkan,” harapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh kepala desa beserta perangkatnya, tokoh masyarakat, babinsa dan bhabinkamtibmas setempat serta relawan LPBD (Lembaga Penanggulangan Bencana Desa) setempat.
Selain paparan narasumber, peserta juga diajak berdiskusi mengenai potensi bahaya di wilayah masing-masing dan langkah mitigasi yang dapat dilakukan secara mandiri.
Kegiatan sosialisasi KIE akan terus dilaksanakan secara bertahap di tahun-tahun mendatang dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi lapangan. BPBD berencana memperluas jangkauan program ke wilayah lain yang memiliki tingkat kerawanan tinggi namun belum tersentuh secara intensif.
”Harapan kami, setiap desa terbentuk Destana (Desa Tangguh Bencana) dan bisa memiliki relawan yang siap bergerak kapan pun dibutuhkan. Masyarakat yang tanggap, tangguh, dan sadar risiko adalah kunci dari ketahanan daerah menghadapi bencana,”tutup Erwan Fatriansyah atau sapaan akrabnya Bung Erwan itu
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Basarnas Pos Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung.
Rezi selaku Koordinator Basarnas pos Bakauheni bersama tim memberikan materi Pengetahuan tentang jenis bencana, mitigasi, evakuasi mandiri, dan penanggulangan bencana.

Sementara Pj.Kepala desa Canti, Kecamatan Rajabasa, M. Zakaria mendukung penuh dengan adanya kegiatan tentang KIE yang digelar BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Berharap masyarakat atau warganya memperoleh edukasi yang cukup mengenai potensi bencana di wilayah mereka dan cara-cara mitigasi yang efektif.
Selain itu, M. Zakaria juga berharap kegiatan ini dapat memfasilitasi pembentukan jejaring masyarakat siaga bencana, termasuk pembentukan tim tanggap darurat desa, yang mampu bekerja sama dalam upaya pencegahan dan penanganan.
”Kegiatan KIE diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah (BPBD) dengan masyarakat di tingkat desa, sehingga informasi kebencanaan dapat tersampaikan dengan baik,”harap M.Zakaria, Pj. Kepala desa Canti
Edo

