Katibung – Puluhan rumah di Perumahan Ratu Mutiara Indah Jl. Katibung Raya, Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan terendam banjir. Pada hari Sabtu 17 Januari 2026, sore hari.

‎Mendapatkan laporan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Lampung Selatan, terjun ke lokasi membantu warga yang terdampak.

‎Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lampung Selatan, Maturidi, Ismail, SH mengatakan bahwa Tim BPBD sudah terjun kelokasi yang terdampak banjir di Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung.

‎”Tim kami sudah ke lokasi yang terdampak banjir, untuk membantu warga yang terdampak seperti membersihkan rumah warga dan mencari solusi agar air dapat mengalir lancar kembali,”ungkap Kalaksa BPBD Lampung Selatan saat di Konfirmasi media ini.

‎”Sementara diketahui hasil asesmen tim TRC BPBD Lampung Selatan sekitar kurang lebih 30 rumah yang terdampak banjir dan untuk korban jiwa nihil,”terang Kalaksa BPBD Lampung Selatan Maturidi Ismail, SH

‎Terpisah Nurma Suri,SE selaku Plt.Kabid Kedaruratan dan Logistik juga mengatakan hal yang sama.

Puluhan Rumah Terendam Banjir di Tanjung Ratu, BPBD Lamsel Tanggap dan Langsung Terjun ke Lokasi
‎”Penyebabnya terjadinya banjir melanda perumahan di lokasi Ratu Mutiara Indah, Jl.Katibung Raya, Kecamatan Katibung salah satunya terjadi Hujan deras mengguyur wilayah tersebut hingga ber jam -jam. Selain itu juga, penyumbatan sampah di sungai dan penyempitan drainase sehingga aliran air tidak bisa berfungsi normal,”tuturnya

‎”Langkah yang kamu ambil sesuai arahan pimpinan, Tim TRC BPBD Lampung Selatan di bantu pihak Pol PP, aparatur Kecamatan, pihak Pemerintah Desa hingga Polsek setempat turun ke lokasi untuk membantu membersihkan rumah rumah warga yang terendam banjir,”kata Nurma Suri, SE.

‎Selanjutnya, Erwan Fatriansyah, SE., MM selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, terus menghimbau kepada warga agar selalu tetap waspada dan berjaga – jaga mengantisipasi debit air. Berdasarkan pemantauan terkini, kondisi saat ini terpantau aman dan terkendali, petugas terus melakukan pemantauan secara intensif serta berkoordinasi dengan unsur terkait guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air susulan,”pungkasnya

Red