Lampung Selatan – Kolaborasi untuk membersihkan pasar tradisional gencar dilakukan sebagai bagian dari Gerakan Lingkungan Hidup Bebas Sampah yang diinstruksikan oleh pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Mengingat, menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Dinas Sosial (Dinsos) Lampung Selatan berkolaborasi dengan pilar pilar sosial seperti TAGANA, PSM, Karang Taruna dan Pemerintah Desa Sidoarjo, mengadakan kegiatan Korve aksi bersih – bersih di pasar Tradisional yakni pasar patok di desa Sidoarjo, Kecamatan Way Panji. Pada tanggal 15 Februari 2025, dimulai sejak pukul 08.00 hingga selesai.
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara instansi pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (termasuk Dinsos sebagai bagian dari komponen daerah) dan aparat desa untuk menciptakan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman.
Selain membersihkan, aksi ini juga bertujuan untuk mengedukasi pedagang dan pengunjung pasar tentang pentingnya pemilahan sampah dan menjaga kebersihan yang layak.
Terpantau hadir ikut serta bersih – bersih di pasar patok yakni, Kadis Sosial Lampung Selatan, Puji Sukanto, SE.,MM bersama para tim, PSM, TAGANA, Aparatur Desa setempat dan masyarakat setempat.
Sesuai dikatakan Puji Sukanto, kegiatan kerja bakti itu dilakukan untuk menjaga lingkungan tetap bersih, nyaman dan aman.

”Kegiatan Korve itu mendukung program Bupati Lampung Selatan, bapak Radityo Egi Pratama dan wakil Bupati Lampung Selatan, bapak M.Syaiful Anwar, agar terciptanya asri, bersih, rapih dan indah (ABRI) dan menuju Desa hijau, elok, lestari, aman dan unggul (HELAU),”kata Puji Sukanto saat dilokasi kerja bakti.
Selanjutnya Puji Sukanto juga terus mengajak seluruh masyarakat Lampung Selatan, khususnya.
”Jangan bosan – bosan untuk melakukan kerja bakti, harus saling bersinergi antara pemerintah dan masyarakat, kita harus terus berpatisipasi dan mengantisipasi terjadinya tumpukan sampah yang bisa menyebabkan sampah yang bau menumpuk, hingga mengganggu ketentraman kita saat beraktivitas,”ucapnya

Selanjutnya, “Kami Dinas Sosial juga fokus bagaimana caranya masyarakat sekitar supaya lebih menyadari, bahwa Kebersihan adalah sebagian dari iman,”ujar Puji Sukanto
Puji juga menegaskan perilaku sederhana seperti membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan dampak besar dan merugikan banyak orang, mudah-mudahan melalui kegiatan ini tumbuh kesadaran dan perubahan perilaku yang signifikan.
Kegiatan ini memberi solusi praktis salah satunya bagi masalah banjir berbasis lingkungan sekaligus menjaga kebersihan kawasan dan keberlanjutan untuk beraktivitas yang menopang penghidupan warga.
(Edo Genstal)

