SURABAYA, Memoterkini.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan melalui kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui penyerahan sarana pertanian kepada para petani pengelola lahan jagung di wilayah Jambangan, Surabaya.

Kegiatan tersebut berlangsung di lahan BTKD Kebun Agung RT 03 RW 06, Kelurahan Jambangan, pada Jumat (19/6/2026). Penyerahan bantuan dilakukan oleh personel Satpas Colombo Polrestabes Surabaya bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Jambangan dan Kebonsari.

Bantuan yang diberikan berupa alat pertanian yang dapat menunjang aktivitas para petani, di antaranya alat semprot pertanian dan peralatan pendukung budidaya jagung. Bantuan tersebut diterima langsung oleh para petani pengelola lahan, termasuk Misri, Hadi, serta sejumlah petani lainnya yang selama ini aktif mengelola lahan pertanian di kawasan tersebut.

Kapolsek Jambangan Surabaya, Kompol Budiyanto, SH, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang terus digalakkan pemerintah.

Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya hadir dalam berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi warga, termasuk sektor pertanian.

“Melalui pemberian sarana pertanian ini, kami berharap para petani dapat semakin termotivasi dalam mengelola lahan yang ada. Dukungan sederhana ini diharapkan mampu membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di lingkungan masyarakat,” ujar Kompol Budiyanto, pada Rabu, (24/6).

Kegiatan penyerahan bantuan dipimpin oleh AKP Irwandi bersama tiga personel Satpas Colombo Polrestabes Surabaya. Dalam pelaksanaannya, petugas juga melakukan koordinasi dengan para pengelola lahan dan masyarakat setempat guna memastikan keberlangsungan program pertanian yang sedang berjalan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Jambangan Aiptu Mujianto dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebonsari Aiptu Supriyanto turut mendampingi kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat di wilayah binaannya.

Sinergi antara kepolisian dan warga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang produktif sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat lokal.

Lahan pertanian seluas sekitar 325 meter persegi yang dikelola masyarakat menjadi salah satu potensi yang terus dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pangan warga. Dengan adanya bantuan sarana pertanian, para petani diharapkan dapat mengoptimalkan proses budidaya jagung sehingga hasil panen menjadi lebih baik.

Selain memberikan dukungan peralatan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, serta kondusif bagi pembangunan sektor pertanian.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan tertib, lancar, dan kondusif. Kehadiran aparat kepolisian bersama para petani menjadi bukti bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak demi kesejahteraan masyarakat.

(Rohkim)