Kediri, memoterkini – Semangat melestarikan budaya leluhur begitu terasa dalam acara kirab tumpeng dan Grebag Suro yang diselenggarakan oleh Kepala Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, Kota Kediri, pada Minggu (5/7).
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan tersebut berlangsung sangat meriah, dengan di ikuti oleh seluruh lingkungan baik RT maupun RW yang ada diwilayah Kelurahan Dandangan.
Berbagai peserta menampilkan kreativitas masing – masing, dengan membawa tumpeng dan gunungan hasil bumi, serta mengenakan pakaian yang bernuansa tradisional jawa yang kental. Acara kirab tumpeng dan grebeg suro yang berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan itu tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus juga menjaga kelestarian budaya yang telah diwariskan secara turun temurun.
Diantara rombongan peserta kirab, penampilan warga RW 11 berhasil mencuri perhatian masyarakat.
Kekompakan mereka terlihat dari busana yang dikenakan. Yang perempuan mengenakan kebaya brokat berwarna hitam dipadukan dengan bawahan batik bercorak putih, sedangkan yang pria mengenakan pakaian adat jawa lengkap dengan blangkon. Mereka juga memanggul tumpeng dan juga gunungan hasil bumi yang menambah semarak suasana kirab.
Menariknya lagi, seluruh kostum yang dikenakan hingga berbagai perlengkapan yang ditampilkan dalam kirab tersebut merupakan hasil dana swadaya warga. Semangat gotong royong dan kebersamaan itulah yang menjadi kekuatan utama mereka dalam berpartisipasi memeriahkan acara kirab tumpeng dan grebeg suro tahun ini.
Kepala Kelurahan Dandangan, Elia Setya Chandra.S.Sos. mengapresiasi antusiasme seluruh warga yang telah berpartisipasi menyukseskan agenda tahunan ini.
“Kirab tumpeng dan Grebeg Suro ini bukan hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan kebersamaan seluruh masyarakat Kelurahan Dandangan. Melalui seperti ini, kami berharap generasi muda semakin mencintai budaya daerah dan terus menjaga tradisi yang telah diwariskan para leluhur kita terdahulu,” terangnya.
Sementara itu, ketua RW 11, Soesi Widiyani yang akrab disapa Mbak Susi, menyatakan bahwa seluruh persiapan dilakukan melalui musyawarah bersama warga, mulai dari kostum, tumpeng, hingga gunungan hasil bumi, yang semuanya merupakan hasil swadaya masyarakat sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya sekaligus wujud kekompakan dan kebersamaan seluruh warga RW 11.
“Alhamdulillah, seluruh warga sangat antusias. Semua yang kami tampilkan merupakan hasil kerjasama dan swadaya warga.Kami ingin ikut menyukseskan kegiatan yang diselenggarakan oleh kelurahan, sekaligus menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat diantara kami. Semoga tradisi ini terus dilestarikan dan menjadi kebanggan masyarakat baik dimasa ini maupun dimasa yang akan datang,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya kirab tumpeng dan Grebeg Suro ini, semua berharap tradisi budaya yang menjunjung tinggi kearifan lokal tidak hanya menjadi warisan yang harus selalu dikenang, tetapi juga sebagai perekat persaudaraan, kebersamaan, dan identitas budaya kita, budaya kota Kediri.
( By.nurni kdr )


