Surabaya, Memoterkini.com – Bhabinkamtibmas Polsek Asemrowo Aiptu Khoirul memberikan Materi Tentang Kenakalan Remaja Dan Bullying Bertempat Di Sekolah MTS Tarbiyatus Shibyan Jl. Tambak Pring Utama Kelurahan Asemrowo Kec. Asemrowo Surabaya, Adapun Pengarahan kenakalan remaja dan bullying di sekolah mencakup pemahaman jenis perilaku (fisik, verbal, relasional, dan cyberbullying),
dampaknya yang merusak mental Siswa, serta penegakan aturan sekolah. Ini harus menjadi upaya kolaboratif antara guru dan orang tua untuk membangun empati siswa. adapun bentuk-bentuk Bullying sebagai berikut :
Fisik: Memukul, mendorong, atau merusak barang milik orang lain.
Verbal: Menghina, memberi julukan buruk, atau menyebarkan fitnah.
Relasional/Sosial: Mengucilkan, mendiskriminasi, atau menyebarkan gosip.
Elektronik (Cyberbullying): Mengintimidasi teman melalui media sosial atau pesan singkat.
Adapun Dampak Negatif bagi Pelaku dan Korban Sbb
Bagi Korban: Mengalami trauma, penurunan prestasi akademik, kecemasan, hingga masalah kesehatan mental.
Bagi Pelaku: Berisiko tinggi mengalami masalah hukum (menghadapi sanksi pidana) dan kesulitan menjalin hubungan sosial yang sehat di masa depan.
Adapun langkah – langkah Pencegahan Sebagai berikut
Penguatan Peran Guru & BK: Guru harus menjadi teladan dan mengoptimalkan peran Bimbingan Konseling (BK) untuk mendeteksi perubahan perilaku siswa.
Membangun Budaya Empati: Sekolah secara rutin mengadakan kampanye anti-bullying dan menekankan nilai saling menghargai.
Pelaporan yang Aman: Sediakan saluran pelaporan rahasia bagi korban atau saksi mata (bystander) agar mereka berani bicara tanpa takut diintimidasi balik.
Sinergi Sekolah dan Orang Tua: Pertemuan rutin antara sekolah dan wali murid untuk memantau pergaulan anak di luar jam sekolah. Dalam Penanggulangan Kenakalan Remaja Dan Bullying
Kapolsek Asemrowo Kompol Julkifli Sinaga, S.I.K., M.H.
Melalui Bhabinkamtibmas melakukan tindakan preventif dan edukatif untuk mengantisipasi kenakalan remaja. Langkah utamanya meliputi penyuluhan ke sekolah, patroli dialogis untuk deteksi dini, pengawasan pergaulan bersama warga, pembinaan mental.
(Rohkim)


