Surabaya, Memoterkini.com – Seorang pemulung yang hidup sebatang kara ditemukan meninggal dunia di rel kereta api Jalan Krembangan DKA, Surabaya, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 14.27 WIB.
Korban diketahui bernama Mbah Surip, 70 tahun. Nama itu yang biasa dipanggil warga selama ia mencari rongsok di sekitar wilayah Rajawali, Krembangan DKA.
Jenazah Mbah Surip pertama kali ditemukan warga di area bantaran rel. Selama ini ia memang tinggal di sekitar rel dan menggantungkan hidup sebagai pemulung.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan identitas apa pun pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan polisi tidak ada identitas selama korban tinggal di bantaran rel kereta api,” kata petugas di lokasi.
Anggota Polsek Bubutan bersama Tim INAFIS Polrestabes Surabaya langsung turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan upaya pencarian data keluarga korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mendapatkan hasil terkait keberadaan keluarga Mbah Surip.
Upaya pelacakan dilakukan dengan mencocokkan ciri-ciri fisik dan meminta keterangan warga sekitar.
Jenazah korban telah dievakuasi menggunakan ambulans dari Pemkot Surabaya dan dibawa ke RSUD Dr. Soetomo untuk dilakukan otopsi.
Proses otopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian sekaligus membantu proses identifikasi lebih lanjut guna menemukan keluarga korban.
Dalam upaya konfirmasi, awak media menghubungi cucu korban. Menurut keterangannya, korban sudah pernah diberi arahan agar tidak tinggal di rel kereta api. Saat ini cucu korban tinggal di Madura.
Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera melapor ke Polsek Bubutan atau RSUD Dr. Soetomo.
(Rohkim)

