Lamongan, Memoterkini – Entah apa yang menjadi pertimbangan untuk membangun sebuah proyek gedung Pukeswan yang dianggarkan APBD tahun 2022 melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan.

Yang mana, pengerjaan proyek-proyek tersebut terkesan asal dapat anggaran terkesan buang buang dana tanpa memikirkan kegunaannya dan terkesan hanya dijadikan mencari keuntungan bersama sama.

Sehingga proyek yang menghabiskan anggaran dengan total milyaran rupiah sampai saat ini ada yang belum bisa dimanfaatkan.

Bahkan bangunan itu belum genap setahun sudah terlihat amburadul, acak-acakan dindingnya terlihat rapuh dan banyak yang pecah.

Proyek pembangunan Pukeswan tersebut dapat ditemui di kecamatan Sukorame, dikerjakan oleh rekanan CV. Salsa Mandiri dengan alamat Jl. Sunan Drajat No.149 Lamongan. dengan nilai pagu Rp. 570.000.000,00

Selanjutnya rehab Puskeswan Kecamatan Mantup senilai Rp. 200 juta yang dikerjakan CV. Mitra Tama Mandhiri, beralamatkan Dsn. Glugu, Desa Dlanggu, Kec. Deket, Kabupaten Lamongan.

Dan yang satu lagi yakni bangunan Puskeswan Kecamatan Sukodadi. yang dikerjakan yaitu CV Icon beralamat Pongagan Krajan 1/7 no.17 Ds. Pogangan, Kec. Manyar. Kabupaten Gresik dengan nilai pagu Rp. 570.000.000.00.

Hingga sampai saat ini bangunan itu sudah banyak yang pecah, bahkan terlihat tak berpenghuni alias tidak dapat dimanfaatkan sebagai mana mestinya. Dan sangat minim akses jalan.

Menurut sumber di lokasi, bangunan itu hampir rata rata tidak pernah digunakan, sementara untuk bangunan sudah pecah-pecah mungkin karena faktor pekerjaan.

” Pada saat pekerjaan terlihat dikerjakan asal-asalan, dan jika dibandingkan dengan besarnya anggaran nampaknya tidak sesuai,” pungkasnya.

Sementara Wahyudi ketika dikonfirmasi terkait proyek tersebut melalui telepon WhatsApp Nya meskipun terlihat centang biru namun tidak ada balasan. (EA)