Madiun, memoterkini.com- aksi penggarongan di SPBU dikabupaten Madiun terus bergeliat dan bebas beroperasi, dari pantauan awak berhasil mendokumentasikan beberapa fakta dilapangan tampak para pelaku pembeli solar bersubsidi dengan jumlah besar.

Dari hasil investigasi mendapat keterangan dari pihak SPBU bahwa pembeli solar bernama ltf dan kwk dalam sekali pengisian sekitar 500 ltr lalu keluar dan kemudian mengisi lagi ungkapnya, lalu kami awak bergegas untuk melakukan investigasi.

Lebih lanjut dan benar saja kami mendapati sebuah mobil box yang didalamnya sudah berisi bul penampung BBM bersubsidi dan awak berusaha untuk mewancarai sopir mobil box dan mengatakan ini punya kewek lalu kemudian sopir tersebut kabur, dan kami awak berusaha untuk membuntuti untuk memastikan letak gudang penimbunan solar tersebut namun sepertinya sopir mengetahui jika sedang dibuntuti.

Sopirpun berputar putar untuk menghilangkan jejak dan memasuki sebuah kampung dan disitu kami awak dihadang oleh beberapa preman dan melarang kami untuk membuntuti mobil box yang berisi solar bersubsidi itu dan kami pun kehilangan jejak, lalu kami bergegas menuju Polsek setempat dan menginformasikan kejadian tersebut namun bapak Kapolsek Jiwan mengatakan akan berkoordinasi dengan kasat reskrim,” tuturnya.

“Lalu kami awak melanjutkan investigasi kembali disebuah gudang solar bersubsidi yg berada di DS kerajan 1 kincang wetan kec Jiwan kab Madiun disitu nampak berjejer bul2 penampung solar berkapasitas satu ton per bul dan 2 truk yang sudah berisi beberapa bul, lalu kami bertemu dengan pemilik gudang bernama Lutfi dan berbincang2, Lutfi mengatakan agar kami kegudang satunya saja nanti biar ditemui kewek,”katanya.

“Masih Lutfi mengatakan bahwa Lutfi dan kewek juga habis digrebek oleh garnisun Surabaya pada tgl 9/04/2023 ditutup dengan kata kata kegudang aja mas gak enak ada istri dan anak saya,”ungkap Lutfi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kami pun awak keluar dan melanjutkan perjalanan, diperjalanan kami berkomunikasi lagi dengan bapak Kapolsek jiwan dan mengkonfirmasi lewat pesan whatsap terkait penggrebekan Lutfi 9/04/2023 dan BPK Kapolsek mengatakan bahwa konfirmasi langsung kekasat reskrim karna ditangani polres Madiun.

Dari hasil investigasi kami dilapangan menimbulkan beberapa pertanyaan bagaimana mungkin setelah dilakukan penangkapan 9 April kemarin dan SDH ditangani pihak yg berwajib kok masih bisa bebas menjalankan aksinya, ada apa dengan aparat penegak hukum dikabupaten Madiun?”

Kami selaku sebagai alat kontrol sosial mengharapkan ketegasan dari pihak aparat penegak hukum agar segera menindak tegas para pelaku yang sudah jelas menjadi biangkerok kerugian negara dengan cara merampas subsidi BBM masyarakat untuk mereka nikmati secara rakus.

Profesi yang mereka jalankan sudah bertahun tahun dan berapa banyak subsidi BBM digarong dan dijadikan alat untuk menuai keuntungan dengan cara merampas subsidi BBM yang seharusnya untuk masyarakat tetapi digarong oleh para mafia BBM bersubsidi, kami awak akan terus mengawal kasus ini untuk memastikan tegaknya hukum khususnya dikab Madiun jawatimur. (bersambung)