Mojokerto, Memoterkini – Proyek irigasi Rp 4,1 miliar di Desa Wonodadi, Kutorejo, terbongkar jadi ladang tipu muslihat, kontraktor dengan sengaja mempermainkan uang rakyat.
Berdasarkan pantauan, Material hanya dipajang untuk mengelabui, sedangkan yang dipakai batu galian murahan tanpa standar, proyek yang seharusnya memberi kehidupan petani berubah jadi monumen pengkhianatan.
Dan menurut pandang masyarakat yang faham dengan kontruksi pada wartawan menilai, Jiaka Kontraktor ini bukan sekadar lalai, mereka maling uang negara dengan wajah sok profesional, mereka mencuri di depan mata publik, menguras anggaran, merobek kepercayaan.
“Selain itu menjadikan proyek vital sebagai mainan keuntungan pribadi, inilah kejahatan yang tak bisa ditoleransi, tak bisa dimaafkan, dan tak bisa disembunyikan” ucapnya.
Dalam hal ini tentunya nama perusahaan wajib dibuang ke jurang hitam daftar blacklist, izin usaha terancam dicabut, setiap harta yang dikumpulkan dari modus kotor siap disita.
Tidak ada lagi pintu lolos, tidak ada lagi kompromi, jeruji besi sudah terbuka menunggu, label kontraktor maling uang rakyat akan melekat seumur hidup, reputasi hancur, bisnis mati, dan masa depan terkubur.
“Siapa pun yang berani mempermainkan uang rakyat harus paham, mereka sedang menggali kuburan sendiri, menggali lubang penjara sendiri, dan sekali bukti terbuka maka habislah segalanya, uang habis, nama habis, kebebasan habis, tak ada negosiasi, tak ada belas kasihan, tak ada jalan kembali” tegas masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Sementara sesampainya berita diterbitkan, para pihak terkait terkhusus inspektorat belum menjawab konfirmasi wartawan media ini soal dugaan penyimpangan dalam pembangunan proyek milyaran rupiah tersebut.



