Lampung Selatan – Seorang oknum tenaga honorer Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bandar Lampung berinisial SA kini berstatus buron setelah diduga membacok tetangganya secara brutal.
Peristiwa memilukan yang menyebabkan korban menderita sekitar 20 luka bacokan ini terjadi di Perumahan Sidosari 3, Dusun Cisarua, Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, pada Jumat (26/6/2026) pukul 16.30 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Natar, Ipda Adek Suci Pebrianto, mengonfirmasi identitas profesi pelaku dan memastikan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan pengejaran secara intensif.Berita Lokal
”Benar (honorer Damkar), yang bersangkutan masih dalam pengejaran. Laporan korban sudah kami terima dan saat ini penyelidikan masih berlangsung,” ujar Adek, Senin (29/6/2026).
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, penyerangan tersebut berlangsung tiba-tiba saat korban sedang lengah. Sore itu, korban baru saja membeli bensin eceran dan sedang membuka tutup tangki bahan bakar angkot yang dikemudikannya.
Pelaku SA tiba-tiba datang dari arah belakang menggunakan sepeda motor dan langsung melayangkan senjata tajam (golok) ke arah korban.
”Korban langsung dibacok dari belakang mengenai leher dan punggung. Setelah korban jatuh, pelaku terus mengayunkan golok ke arah tubuh korban,” ungkap Ketua RT 04 Dusun Cisarua, Dedy Kurniawan.
Dalam kondisi terdesak, korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan menangkis tebasan menggunakan tangan dan kaki.
Korban bahkan menggunakan sebuah bangku di lokasi sebagai tameng pertahanan, yang pada akhirnya hancur akibat kerasnya sabetan senjata tajam pelaku.
Aksi pembacokan tersebut baru berhenti ketika pemilik warung dan warga sekitar menyadari kejadian itu dan berteriak meminta pertolongan. Merasa aksinya diketahui warga, pelaku langsung melarikan diri.
Korban yang menderita luka parah segera dievakuasi warga ke Rumah Sakit Bhayangkara. Karena kondisinya yang kritis, korban kemudian dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek untuk menjalani tindakan operasi. Pihak medis melaporkan sedikitnya terdapat 19 hingga 20 luka bacokan di tubuh korban.
Terkait motif penyerangan, pihak kepolisian menduga insiden ini dipicu oleh persoalan pribadi antara korban dan pelaku yang tinggal bersebelahan.
Dugaan sementara mengarah pada adanya perselisihan saat pelaku hendak memperbaiki instalasi listrik, dua hari sebelum tragedi pembacokan terjadi.
Hingga saat ini, polisi masih menyisir sejumlah lokasi untuk menangkap SA dan mengimbau agar pelaku kooperatif dengan segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
(*)

