Tanggamus – Diduga kepala pekon (Kakon) Penanggungan, Kecamatan Kota agung, Kabupaten Tanggamus, Intimidasi dan Kroyok Wartawan, Menurut Keterangan Korban Saat dikonfirmasi awak Media pada hari Jum’at, 24/10/2025, yang meminta Namanya untuk dirahasiakan Menuturkan Bahwa Kejadian itu berawal terjadi ketika dirinya menanyakan langganan Publikasi media miliknya melalui sambungan chating via WhatsApp.
Diketahui, Jawaban oknum kepala pekon terkait kerjasama langganan media itu kepada wartawan yang bersangkutan, oknum kakon menjawab dengan jelas bahwa ada untuk anggarannya “walaupun tidak MOU tetap saya masukan karna kita udah kenal lama dan dekat,besok hari Senen datang aja kekantor Pekon biar dibayar,”ucap wartawan melontarkan kata sesuai isi chat dengan oknum kakon itu.
Keesokan hari dirinya (Wartawan) kembali menghubungi nomor kepala pekon/kepala desa penanggungan Melalui telefon seluler dengan cara chating WhatsApp, namun tidak dapat dihubungi’ atau tidak aktif hingga hampir tiap hari dirinya menghubungi nomor yang bersangkutan (Kakon) Penanggungan, untuk memastikan kaitan langganan publikasi itu namun berakhir dengan pemblokiran.
Ketika dirinya menyambangi balai pekon, dan rumah oknum kepala pekon itu, namun tidak bertemu hanya ditemui oleh istrinya.
Istrinya mengatakan, bahwa suaminya sedang tidak ada dirumah sedang dibalai pekon, lalu hal yang sama saat temui aparatur Pekon, jawabanya “pak kakon kami sedang ada acara diluar begitu juga sekretaris pekon/desa,lagi ada kegiatan di kecamatan,”ucap salah satu aparatur pekon.
Berinisiatif, lalu Ketika dirinya (Wartawan) mendatangi rumah istri muda sang kepala pekon yang berada di Kecamatan Kota Agung Barat, tepatnya pekon Way Gelang alhasil bertemu saat yang bersangkutan hendak mengantarkan anaknya mengaji, kembali iya menanyakan mengenai langganan media milik nya itu, jawaban sang kakon tidak di anggarkan, maksud chat saya itu, ucap kakon itu masuk untuk tahun depan gantian sama media lain nanti kita ngobrol tunggu saya antar anak ngaji dulu dan sholat Jum,at,”tutur oknum kakon itu
Ketika kakon penanggungan Datang kembali menghampirinya serta membawa dua aparatur Pekon, iya langsung mendapat Kata” kasar dan memaki, Seolah olah bang jago yang kebal hukum, kata” yang dilontarkan oleh sang kakon tidak menunjukan bahwa dirinya pejabat publik seolah olah kebal hukum, dirinya mengatakan iya jadi kakon bukan dari orang biasa melainkan mantan preman.
Saya tidak takut sama kamu, kamu ini kurang ajar,marah” sambil menunjuk-nunjuk sambil memakai maki ke arah wartawan (korban Intimidasi). juga kamu dibalai memaki maki. sementara si korban dengan merasanya dirinya sendiri tanpa rekan rekan, sementara sang kakon bawa aparaturnya serata bawa senjata tajam pisau di pinggang, adu mulut pun terus berlanjut dan tak terhindar kan hampir terjadi baku hantam, namun dilerai oleh salah satu aparatur Pekon setempat. Oknum kakon ketika itu mengetahui wartawan (korban Intimidasi) satu kampung dengan ibunya, seketika itu juga oknum kakon arogan meninggalkan lokasi kejadian.
Selanjutnya pada saat itu obrolan wartawan berlanjut dengan aparatur Pekon “datang lagi satu orang dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat, yang di undang langsung oleh kakon penanggungan, lalu tiba” langsung menghampiri dirinya ketika ditanyai oleh korban bapak siapa, saya aparat Pekon penanggungan Linmas/Hansip Tampa mengetahui duduk persoalannya seperti apa, dirinya melontarkan kata bernada makian, ancaman debat Adu mulut pun terjadi, saat dilerai oleh kawannya yang sedang mengobrol dengan korban iya pergi kerumah istri muda kakon, tak seberapa jauh dari tempat kejadian iya menantang korban dengan kata” video kan saja saya tidak takut, kalau dilaporkan ke polisi juga saya tidak takut, seolah oknum itu kebal hukum,”pungkas Korban (TOMI)


