Ngawi – Perekrutan penjaringan perangkat Desa Kwadungan, Kecamatan Kwadungan , Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menuai kekecewaan bagi peserta ujian.
Ujian perangkat desa yang di adakan dibalai desa Kwadungan yang di ikuti 23 peserta untuk mengisi Kepala dusun (Kasun) Pelaksana ujian dimulai pukul 08.00 wib Rabu 26/11/2025 sampai selesai yang menghadirkan Tim penguji dari akademisi IKIP Madiun lima personil, pengawas ujian meliputi dari BPD dan panitia.
Lathifah Fajar peserta yang lulus dengan nilai 89 setelah hasil ujian diumumkan para peserta yang tidak lulus seleksi langsung lemas pulang dengan wajah cemberut, karena sudah menduga bahwa yang di prediksi yang akan lulus nanti adalah Lathifah fajar warga Madiun dan kebetulan keluarganya ada yang jadi perangkat Desa Kwadungan.
Itupun benar dugaan dari beberapa peserta yang tidak lulus dan ketika di wawancarai awak media mengatakan,”Saya kecewa sekali pak dan takut pak, untuk mengatakan namun waktu ujian terasa ada kejanggalan,” tuturnya.
Ketika anggota panitia di konfirmasi mengatakan benar adanya bahwa kami ditunjuk jadi panitia kami tidak ada, tau tau kami di beritahu teman kami bahwa kami ditunjuk jadi panitia seleksi ujian perangkat desa, jadi kami tidak tau menahu awal pembentukan dan untuk mencari tim penguji.
Camat kwadungan Didik ketika dikonfirmasi tidak mau memberikan keterangan dan langsung naik mobil dan berkata ngobrol sama Mbah lurah saja dulu mas, kami ada keperluan di desa Semengko dan langsung naik mobil plat merahnya yang seolah olah camat Kwadungan gagal menjalankan fungsinya untuk melakukan pembinaan, dan ini merupakan kontroversi yang kesekian kalinya.
Di sisi lain bersamaan awak media melakukan konfirmasi ke lokasi ujian ada dari Team LPK-YAPERMA Yang juga melakukan investigasi berdasarkan ada aduan masuk dari masyarakat sekitar.
Sementara ada warga yang sudah mengadu ke LPK- YAPERMA terkait perihal yang sama, terkait desas desus yang akan lolos adalah keluarga dari perangkat Desa setempat, dan memang untuk dugaan sementara yang lolos adalah dari keluarga salah satu perangkat Desa setempat, sementara sutrisno alias gembloh salah satu team dari LPK-YAPERMA yang mengkonfirmasi ke pihak Kepala Desa hanya mendapatkan tanggapan sinis, yaitu “aku wes ngerti karepmu mbloh gembloh” Ujar kades.
Karena tidak dapat tanggapan yang mengenakan akhirnya yang bersangkutan melakukan investigasi dengan menggali info ke beberapa peserta dan panitia.


