Ngawi, memoterkini – Menurut keterangan dari dinas kesehatan kabupaten ngawi Terkait dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) desa kawu ,pihak dinas kesehatan sudah melaksanakan pembinaan dan penyuluhan terkait makanan yang di kelola serta tempat yang steril,dinas juga ingin kedepannya semua aman tidak ada lagi kejadian seperti ini.

Dinas kesehatan hanya berwenang membina dan memberi sosialisasi terkait makanan yang bergizi dan tempat yang layak untuk proses pembuatan makanan.

Kami dari dinas juga ingin proses ini segera selesai dan sampai saat ini uji lab masih berjalan sambil menunggu hasil lab sekitar 9 hari lagi mas ,”ujar bu dina salah satu pegawai dinas kesehatan kabupaten ngawi.

Saat di konfirmasi kepala SPPG desa kawu kedunggalar bapak AGUS WIJAYANTO menyampaikan bahwa benar adanya dugaan keracunan makan bergizi gratis(MBG) desa kawu dan ketika di tanya awak media terkait persyaratan perizinan untuk beroprasinya SPPG itu ternyata belum memenuhi surat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala SPPG juga menabahkan bahwa dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) itu diduga karena telur yang sudah basi, untuk lebih pastinya masih menunggu hasil lab.

“Pada saat di tanya awak media terkait kepemilikan SPPG tersebut kepala SPPG menyampaikan bahwa salah satu anggota dewan dari partai demokrat di ngawi. kebenaran berita ini kita masih terus dalami kaitan kepemilikan sppg tersebut.. bersambung..