Bojonegoro, memoterkini– Kekesalan meluap dari warga di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro. Pekerjaan proyek rabat beton di Jalan Kapten Sumitro, Gang Andongsari, justru menjadi sumber masalah alih-alih membawa kenyamanan. Pembangunan terlihat berhenti di tengah jalan dan mangkrak tanpa kejelasan kapan akan dilanjutkan maupun diselesaikan.

‎Kondisi yang belum selesai ini sangat mengganggu aktivitas warga sehari-hari, terlebih lagi saat ini warga sedang bersiap menyambut peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81.

‎”Kami mau buat acara 17 Agustus, malah jalannya tidak bisa dilalui atau dipakai untuk kegiatan. Rasanya kami warga sangat kesal sekali,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.

‎Jalan yang terbuka dan belum dirapikan membuat akses keluar-masuk menjadi sulit, licin, dan berbahaya. Padahal warga berencana menggunakan jalan tersebut untuk kegiatan lomba dan perayaan hari kemerdekaan. Namun karena proyek mangkrak, rencana warga menjadi terhambat dan tidak bisa terlaksana dengan baik.

‎Dari informasi yang dihimpun di lapangan, pekerjaan tersebut diketahui dilaksanakan oleh CV. Putra Mandiri Sejahtera. Namun yang mencolok, di lokasi proyek sama sekali tidak ditemukan Papan Informasi Proyek. Warga tidak mengetahui berapa anggaran yang digunakan, sumber dananya, volume pekerjaan, serta kapan tepatnya batas waktu penyelesaian yang disepakati.

‎”Siapa yang membiayai, berapa nilainya, dan kapan harus selesai? Kami tidak tahu apa-apa. Tidak ada papan nama, tidak ada yang memberi penjelasan. Kerja berhenti begitu saja, jalannya rusak, kami yang kesulitan setiap hari,” tambah warga lainnya.

‎Ketiadaan papan informasi ini juga dinilai mengabaikan hak masyarakat atas informasi publik. Warga berharap Dinas terkait maupun instansi pembuat komitmen segera menelusuri proyek ini, memanggil pihak pelaksana CV. Putra Mandiri Sejahtera, memberikan kejelasan terbuka kepada masyarakat, dan memastikan pekerjaan segera dilanjutkan hingga tuntas tanpa menunda-nunda lagi.