Lampung Selatan – Sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan resmi Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) terdiri dari 4 Kecamatan, 6 Desa.
Kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana atau disebut Destana ini dikuti peserta dari unsur perangkat Desa, RT/RW, Karang Taruna, BPD,TP.PKK, Kader KPM, Bidan Desa, Babinsa, Babinkamtibmas dan dihadiri oleh Kepala BPBD Kabupaten Lampung Selatan Bapak Maturidi, S.H, Kabid Bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, SE.,MM, Plt.Kabid Kedaruratan dan Logistik, Nurma Suri, SE. Kegiatan ini di isi oleh narasumber fasilitator Ketangguhan Bencana BPBD Kabupaten Lampung Selatan.
Acara dibuka secara resmi oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Lampung Selatan Maturidi, SH. Kegiatan diikuti 30 peserta yang dimulai dari tanggal 24 hingga 27 Juli 2026, di beberapa desa yang rawan di 4 Kecamatan berbeda. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tujuan diadakannya program Destana diantaranya :
1. Masyarakat Desa diajak supaya memahami ancaman bencana diwilayahnya.
2. Meningkatkan peran serta masyarakat Dalam mengurangi risiko bencana.
3. Meningkatkan kapasitas pemerintah desa dalam dukungan sumber daya dan teknis dalam pengurangan risiko bencana.
”Maksud dari membentuk Destana agar masyarakat desa di wilayah rawan bencana, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan mampu secara mandiri mengantisipasi, menghadapi dan memulihkan diri dampak bencana, Destana menjadi barisan terdepan dalam sistem penanggulangan bencana berbasis komunikasi,”Ungkap Maturidi, SH (Kalak) BPBD Lampung Selatan saat membuka kegiatan pembentukan Destana. Pada hari Jum’at 24 Juli 2026, lalu.
Dalam Kesempatan pembentukan Destana, Erwan Fatriansyah, SE.MM juga menjelaskan kepada para peserta, sesuai amanat UU no 24 Tahun 2007 dalam mewujudkan ketangguhan negara menghadapi bencana, setiap desa diharapkan bisa menjadi desa tangguh bencana. Sebagai upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan Sumber Daya untuk mengurangi resiko bencana di desa.
”Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengenali resiko, menyiapkan diri dan bertindak, tepat sebelum saat hingga terjadinya bencana.

Selain itu, memperkuat kelembagaan lokal dengan membentuk dan melatih tim siaga bencana didesa. Mendorong upaya mitigasi yang digerakkan oleh masyarakat desa sehingga resiko dan dampak bencana dapat dikurangi secara nyata,”Jelas Kabid Erwan Fatriansyah selaku koordinator teknis program.
Terpantau juga dalam pembentukan Destana, Plt.Kabid Kedaruratan dan Logistik sekaligus Koordinator Operasional dilapangan tak luput juga memberikan pelatihan dan edukasi seperti salah satunya memberikan bimbingan teknis kepada masyarakat desa tentang Manejemen logistik mandiri (Perencanaan, penyimpanan dan pendistribusian logistik saat terjadinya bencana). Membantu penyediaan dan inventarisasi dukungan peralatan dasar serta logistik siaga bencana untuk tingkat desa.
”Mempercepat pemulihan dan rehabilitasi desa secara mandiri setelah bencana tanpa hanya menunggu bantuan dari luar. Membangun gotong royong dan kemandirian warga dalam upaya penanggulangan bencana secara berkelanjutan,”tutur Nurma Suri, SE, salah satu Srikandi BPBD Lampung Selatan, dikenal warga Lampung Selatan sigap dan tanpa lelah membantu warga itu.
Diketahui, 6 Desa, 4 Kecamatan yang pembentukan Destana sejak tanggal 24 hingga 27 Juli 2026 yakni : Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Bandan Hurip Kecamatan Palas, Legundi Kecamatan Ketapang, Batuk Balak Kecamatan Rajabasa, Waykalam Kecamatan Penengahan dan Kekiling Kecamatan Penengahan.
(*)

